POJOKSATU.id, Bekasi - Seorang ibu dari Kota Bekasi menyampaikan kepedihan hatinya melalui pesan langsung (DM) Instagram kepada Walikota Bekasi, Tri Adhianto, setelah anaknya merasa terasingkan karena tidak mampu membayar biaya Outing Class.

"Pak, anak saya pulang sekolah sambil menangis. Katanya, semua teman-temannya ikut kegiatan, hanya dia yang tidak. Sebagai ibu, hati saya hancur. Kalau ada uang, pasti saya ingin anak saya ikut juga. Tapi, untuk makan sehari-hari saja kami harus berhemat," curhat sang ibu pada 28 Februari.

Ia pun berharap sekolah-sekolah bisa mematuhi instruksi Walikota untuk tidak membebani siswa maupun orang tua dengan biaya tambahan.

"Saya tidak ingin ada lagi cerita seperti ini. Pendidikan seharusnya membawa kebahagiaan bagi anak-anak, bukan malah menciptakan kesenjangan dan membuat mereka menangis karena merasa tidak mampu," ujarnya.

Tri, sang Walikota, menyarankan agar sekolah mencari alternatif kegiatan pembelajaran di luar kelas yang gratis atau dengan biaya sangat terjangkau, sehingga semua siswa bisa berpartisipasi tanpa terkecuali.

Ia juga menegaskan bahwa kebijakan ini bukan sekadar larangan, melainkan upaya untuk menciptakan keadilan sosial dalam dunia pendidikan.

"Kita harus jujur, tidak semua orang tua mampu. Kalau dipaksakan, hanya yang mampu saja yang bisa ikut, sementara yang tidak mampu akan tertinggal. Inilah yang ingin kita cegah," tegasnya.

Sebelumnya, Tri telah memperingatkan bahwa sekolah yang tetap memaksakan kegiatan berbayar ini akan dikenakan sanksi sesuai dengan instruksi yang telah dikeluarkan melalui Dinas Pendidikan.

"Banyak orang tua yang diam-diam terpaksa berutang atau mengorbankan kebutuhan lain hanya agar anaknya tidak merasa tertinggal. Ini tidak boleh terjadi lagi," pungkasnya.***