POJOKSATU.ID – Insiden ricuh dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) di DPR RI yang melibatkan perwakilan pengembang perumahan di Kabupaten Bekasi mendadak menjadi sorotan publik. Momen tersebut bahkan ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial.

Meski demikian, pihak pengembang, PT Hasana Damai Putra (HDP), memilih untuk merespons santai dan tidak ingin memperkeruh suasana.

General Manager PT HDP, Lukman Nur Hakim, mengaku tidak mengetahui secara pasti alasan terjadinya insiden tersebut dalam rapat yang dipimpin Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman.

“Kalau menurut kami sih ya, saya tidak tahu ya kenapa sampai terjadi seperti itu,” kata Lukman saat ditemui di Kecamatan Tarumajaya, Jumat 27 Februari 2026.

Lukman menjelaskan, pihaknya tetap berpikir positif atas dinamika yang terjadi dalam forum resmi tersebut. Menurutnya, setiap rapat tentu memiliki dinamika tersendiri.

“Tapi kami tetap berpikir positif ya. Berpikir positif, kami selalu mensupport gitu ya. Apa yang menjadi ketentuan dari pemerintah gitu ya,” jelas dia.

Baca Juga : Rapat Soal Akses Mushola Memanas, Habiburokhman Usir Wakil Pengembang dari Ruang Komisi III

Lukman juga menilai insiden tersebut bukan sesuatu yang perlu dibesar-besarkan. Baginya, yang terpenting saat ini adalah bagaimana polemik yang terjadi di kawasan hunian Kota Harapan Indah, Bekasi, bisa segera menemukan solusi terbaik.

“Ya sebenarnya sih sesuatu yang ini lah ya. Sesuatu yang tidak perlu menjadi sebuah permasalahan ya,” ujar Lukman.

Ia menambahkan, pihak pengembang tetap berkomitmen mengikuti seluruh aturan dan kebijakan pemerintah dalam menyelesaikan persoalan yang ada.

“Kami tetap mendukung apa pun ketentuan yang ditetapkan pemerintah. Harapan kami tentu masalah yang ada ini bisa selesai secepetnya gitu,” tegas dia.

Sebelumnya, insiden dalam RDPU tersebut sempat memicu perhatian publik karena dianggap sebagai bentuk ketegangan dalam pembahasan polemik yang tengah mencuat di kawasan perumahan tersebut.

Namun demikian, PT HDP memastikan tidak ingin memperpanjang polemik. Fokus utama mereka saat ini adalah mencari titik terang agar persoalan yang berkembang tidak berlarut-larut dan tidak menimbulkan konflik berkepanjangan di tengah masyarakat.