POJOKSATU.ID - Era digital telah membuat semua hal bisa dilakukan, termasuk cara netizen ini untuk menyindir Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono.

Lambannya kinerja Pemerintah Kota Bekasi dalam menangani urusan infrastruktur publik jadi alasan utamanya melakukan itu.

Di aplikasi maps, ia membuat tempat di Kota Bekasi dengan nama "Kolam abadi ga ada perbaikan", tepatnya berada di daerah Cimuning, Kecamatan Mustika Jaya.

Baca Juga: CBR Series Menggila di Sepang! Pebalap Astra Honda Sapu Tiga Podium di ARRC Malaysia 2025

Dari pantauan di maps, terlihat jelas jalan tersebut memang tergenang air, tapi ketinggiannya tak sampai mata kaki orang dewasa.

Akan tetapi, jalan tersebut tetap tergenang air, tak peduli Bekasi sedang panas maupun saat musim kemarau tiba.

Berdasarkan informasi dari warga sekitar, kondisi itu sudah terjadi bertahun-tahun dan belum ada tindakan apapun dari Pemerintah Kota Bekasi.

Baca Juga: Sosok Novita WD, Penulis Buku Dark Psychology Dihujat Gegara Bukan Psikolog

Jalan yang tergenang air hanya sekitar 50 meter, tapi kondisi tersebut sangat mengganggu pengendara.

Bukan hanya tidak enak dipandang, ketika melewati jalan ini juga harus siap menahan aroma tak sedap yang berasal dari genang itu.

"Males banget kalau lewat situ, bau. Mana nyiprat-nyiprat kena baju celana," tulis seorang netizen dalam kolom komentar di unggahan akun Instagram @ceritanekasi.co, 12 Oktober 2025.

Baca Juga: Satresnarkoba Polres Karawang Bekuk Pengedar Obat Keras Tanpa Izin, Sita 392 Butir Pil Terlarang

Dikatakan airnya bukan lagi berwarna cokelat, tapi sudah agak hijau dan menghitam.

Saat musim hujan tiba, kondisinya akan semakin parah, pengendara disarankan untuk mengambil jalan alternatif lain yang mungkin akan lebih jauh.

Berdasarkan foto dalam maps tersebut, air yang menggenang abadi di jalan berasal dari drainase di pinggir jalan.

Baca Juga: Kisah Ferdiansyah: Buktikan Disabilitas Bukan Halangan untuk Berprestasi di Dunia Kerja

Diduga drainase itu tak berfungsi lagi karena tersumbat smpah atau material lainnya, sehingga air yang harusnya mengalih jadi meluap.

Air tersebut diduga merupakan pembuangan limbah dari kamar mandi di rumah-rumah warga, sehingga tercium aroma tak sedap.

Warga berharap Tri Adhianto tak menutup mata atas kondisi ini, karena dirinya sudah sejak 2018 berada di lingkaran Pemkot Bekasi, dari mulai menjabat Wakil Wali Kota hingga terpilih jadi Wali Kota.

Baca Juga: Fitur LAKSA+ Resmi Diluncurkan, Warga Disabilitas Kini Punya Kanal Pengaduan Ramah Akses

Di sisi lain, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mulai membenahi satu per satu masalah drainase untuk mencegah terjadinya banjir.

Ia juga meminta semua kepala daerah ikut turun untuk melakukan hal serupa agar air yang harusnya mengalir ke hilir, tidak mengendap.

Sebenarnya Tri Adhianto tak melulu duduk di ruangannya yang ber-AC, di awal bulan Oktober 2025 lalu ia baru saja mengambil lamgkah tegas.

Baca Juga: Curug Putri Carita: Surga Tersembunyi di Balik Hutan Tropis Banten

Tri Adhianto menertibkan 300 bangunan yang berdiri di lahan Perum Jasa Tirta, Kelurahan Teluk Pucung.

Bangunan liar tersebut dianggap menutup saluran air utama yang menyebabkan aliran tersumbat.

"Penertiban ini kami lakukan untuk mengembalikan fungsi saluran sebagaimana mestinya," ucap Tri Adhianto saat memantau langsung pembongkaran bangunan liar, Selasa, 7 Oktober 2025.

Baca Juga: Siapa Rahmad Feriansyah? Mahasiswa UB Viral Diduga Lecehkan Sejumlah Wanita, Korban Dipaksa Tenggak Miras

Langkah tegasnya untuk mencegah banjir di Kota Bekasi memang patut diapresiasi, tapi ia seakan lupa akan masalah kecil yang sudah terjadi bertahun-tahun.

Sindiran netizen yang sampai membuat tempat di aplikasi maps, jadi bukti bahwa aspirasi rakyat Bekasi mungkin harus menunggu bertahun-tahun agat bisa didengar pemimpinnya.***