POJOKSATU.ID - Lebih dari tujuh juta liter air bersih telah disalurkan Pemdakab Bekasi untuk membantu warga terdampak kekeringan akibat kemarau panjang.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi menyampaikan, hingga Minggu (22/10/2023) pukul 21.00 WIB, Pemdakab Bekasi telah mendistribusikan bantuan air bersih sebanyak 7.324.300 liter, 27.450 galon air mineral, 3.100 jerigen, 39 toren, 234 dus air mineral, membuat 7 sumur satelit dan saluran pipa PDAM.
Baca Juga: Unik! Mulai Dengan Modal 10 Juta, Bisnis Minuman 'SPBU Susu' Pertamilk Cepat Hasilkan Cuan
Upaya menyelamatkan lahan pertanian dari bencana kekeringan dilakukan Pemkab Bekasi dengan menambah debit air, normalisasi tujuh saluran sekunder, membangun long storage, standing crops pertanian dan mengangkat sampah dari sungai.
Pj Bupati Bekasi, Dani Ramdan menjelaskan, selain bantuan dari BPBD dan perangkat daerah lain yang diturunkan sebagai liaison officer (LO) Pemdakab Bekasi terus menggalang bantuan untuk warga terdampak kekeringan dari kalangan dunia usaha, kawasan industri, organisasi masyarakat dan komunitas.
Baca Juga: Sinopsis Film Escape Room, Permainan Teka-teki yang Mengancam Nyawa
"BPBD menyebutkan, hingga akhir pekan ini krisis air bersih masih dialami warga di 47 desa yang tersebar di 11 kecamatan dari 23 kecamatan di wilayah Kabupaten Bekasi, " jelasnya, Selasa 24 Oktober 2023.
Sebaran desa yang mengalami kekeringan berada di Kecamatan Cibarusah, Serang Baru, Bojongmangu, Cikarang Pusat, Cikarang Selatan, Pebayuran, Cabangbungin, Sukawangi, Babelan, Tarumajaya dan Muaragembong.
Baca Juga: Film Mohon Doa Restu, Intrik Perjodohan Zaman Now dengan Konflik Haru Campur Seru
'Adapun jumlah warga terdampak kekeringan di Kabupaten Bekasi sebanyak 178.176 jiwa atau sekitar 53.246 kepala keluarga, " paparnya.
Kemarau panjang sebagai dampak el nino di Kabupaten Bekasi juga mengakibatkan 24.491 hektar lahan pertanian mengalami kekeringan dimana 4.147 hektar diantaranya masuk kategori lahan pertanian terancam.***
