Budiono Dapat Banyak Keluhan tentang PDAM Tambelang dari Masyarakat

Budiono Dapat Banyak Keluhan tentang PDAM Tambelang dari Masyarakat
Anggota Komisi 1 DPRD Kabupaten Bekasi, Budion

POJOKSATU.id, BEKASI – Komisi 1 DPRD Kabupaten Bekasi meminta Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk melakukan evaluasi kepada para petugasnya yang berada di wilayah Tambelang.


Pasalnya, banyak oknum petugas PDAM Tambelang yang tidak bekerja dengan baik untuk memuaskan para pelanggan.

Anggota Komisi 1 DPRD Kabupaten Bekasi, Budiono, mengatakandalam waktu dua sampai tiga pekan terakhir dia banyak mendapat keluhan dari masyarakat atau pelanggan PDAM yang berada di Tambelang, bahwa air kualitas air dari PDAM sangat buruk, karena sangat keruh.

Di satu sisi, kata dia, tarif PDAM dinaikan, tentunya itu tidak sebanding yang didapatkan pelanggan.


“Ini sudah terjadi sejak dua sampai tiga minggu yang lalu, warga sering mengeluhkan ke saya, sebagai wakil rakyat di Tambelang,” ujarnya kepada Radar Bekasi, Minggu, 4 Desember 2022.

Sebelumnya, Budiono mengaku, sempat membicarakan keluhan masyarakat itu secara langsung ke petugas PDAM yang berada di Kecamatan Tambelang. Namun sayangnya sampai sekarang tidak ada tanggapan atau perbaikan.

“Saya sempat bicara secara lisan mengenai keluhan masyarakat, tapi tidak digubris. Buat apa mereka dapat gaji belasan juta, kalau masyarakat tidak mendapatkan kualitas yang bagus,” tukasnya.

Bahkan, dirinya mendapat perlakuan yang tidak sewajarnya dari petugas PDAM Tambelang. Alasannya, kata dia, petugas PDAM Tambelang memasang meteran air bodong di rumahnya. Dirinya mengetahui bahwa meteran tersebut bodong, setelah 2 bulan tidak ada tagihan dari PDAM.

Mengetahui itu, dirinya langsung memberikan teguran kepada petugas PDAM Tambelang. Selang beberapa hari kemudian, kilo meter air di rumahnya diganti oleh petugas PDAM dengan warna putih, sebelumnya kilo meter warna biru. Hanya saja, sampai sekarang belum ada tagihan yang masuk.

“Saya sudah pasang beberapa bulan, tapi sampai detik ini tidak ada pihak PDAM yang ke rumah untuk memberikan kwitansi tagihan, makanya saya sebagai pelanggan mau bayar dengan cara apa. Minimal kontak tagihan PDAM punya, tapi sampai detik ini tidak ada pemberitahuan,” ungkapnya.

Budiono yang merupakan Ketua DPD Perindo Kabupaten Bekasi sangat menyanyangkan hal itu. Dirinya yang merupakan wakil rakyat saja masih mendapat perlakuan seperti ini, bagaimana dengan masyarakat biasa.

“Ini saya sebagai wakil rakyat, masih saja seperti ini. Apalagi ke masyarakat biasa. Harapan saya petugas PDAM Tambelang dievaluasi, karena ini perusahaan milik daerah,” tuturnya.

Sayangnya, sampai berita ini diterbitkan petugas PDAM Tambelang belum ada yang bisa dimintai keterangan mengenai itu. (PS)