Rayakan Hari Jadi Sekolah, Pelajar SMK di Cikarang Tawuran

Rayakan Hari Jadi Sekolah, Pelajar SMK di Cikarang Tawuran
Senjata tajam yang diamankan Polsek Cikarang Utara.

POJOKSATU.id, BEKASI – Merayakan hari jadi sekolah, sekelompok pelajar SMK melakukan aksi tawuran dengan kelompok pelajar lainnya.


Diketahui bahwa aksi tawuran itu sendiri terjadi di Jalan Urip Sumoharjo Cikarang Utara digagalkan kepolisan, pada Jumat, 2 Desember 2022.

Kapolsek Cikarang Utara Kompol Mustakim mengatakan Para pelaku berjanjian terlebih dahulu melalui mediasi sosial untuk tawuran.

“Dari hasil pemeriksaan sementara, pelajar SMK melakukan tawuran di Jembatan Lemah Abang, sudah merencanakan akan tawuran dan janjian antar pelajar. Di mana tawuran tersebut dilatarbelakangi karena merayakan ulang tahun salah satu sekolah SMK,” kata Mustakim saat dihubungi, Minggu, 4 Desember 2022.


Setelah mendapatkan informasi adanya aksi tawuran, pihak kepolisian langsung bergegas menuju ke lokasi dan berhasil mengamankan para pelaku.

“Polsek Cikarang berhasil menggagalkan, pelajar, yang akan tawuran, di antaranya MP (14), KN (18), SM (16) masih berstatus sebagai pelajar, sedangkan MAR (15), dan SM(16) merupakan anak yang putus sekolah,” ujarnya.

Selain mengamankan pelaku, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa senjata tajam yang digunakan saat tawuran.

Mustakim mengatakan, para pelaku membuat sendiri senjata tajam dari pelat besi yang kemudian dibentuk celurit hingga pedang.

“Sebanyak lima pelat besi berbentuk celurit, satu berbentuk pedang, dan dua berbentuk gergaji (gosir), yang dibuat sendiri oleh pelajar di rumahnya atau di bengkel” ujarnya.

Mustakim mengatakan, keberhasilan polisi dalam menggagalkan peristiwa tersebut karena sinergitas dengan masyarakat yang kerap mengeluhkan sering terjadinya tawuran.

Salah satu bentuknya yakni membuat grup satuan tugas anti tawuran dengan masyarakat. Dengan demikian, lanjut Mustakim, informasi mengenai tindakan tawuran bisa dimonitor dengan cepat.

“Kami sering lakukan sapa warga turun langsung berkunjung ke masyarakat hingga ke sekolah yang kerap lakukan tawuran, dan mendengarkan aspirasi, keluhan, permasalahan yang terjadi di masyarakat, yang rata-rata mengeluh seringnya terjadi permasalahan tawuran. Sehingga kami mengambil langkah dengan membentuk grup WhatsApp satgas anti tawuran. (Adika F Utomo)