Rekomendasi UMK Kabupaten Bekasi Naik 10 Persen

Rekomendasi UMK Kabupaten Bekasi Naik 10 Persen
Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan. Foto: Diskominfosantik Kabupaten Bekasi

POJOKSATU.id, BEKASI – Penjabat Bupati Bekasi Dani Ramdan menyurati Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil terkait rekomendasi besaran upah minimum kabupaten/kota (UMK) 2023 Kabupaten Bekasi naik sebesar 10 persen.


Dalam surat rekomendasi tersebut, Dani menyampaikan UMK Kabupaten Bekasi untuk 2023 naik sebesar 10 persen menjadi Rp5.271.028.

Bahwa besaran tersebut kata Dani mengacu pada Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) No.18/2022 tentang Penetapan UMP 2023.

“Serta mempertimbangkan kondisi dan situasi ketenagakerjaan terhadap iklim dan keberlangsungan usaha di Kabupaten Bekasi,” tulis Dani.


BACA JUGA: Kota Bekasi Gunakan Formulasi Permenaker Nomor 18 2022 untuk Rumuskan UMK 2023

Artinya, jika rekomendasi itu disetujui, UMK Kabupaten Bekasi bakal naik sekitar 479 ribu dibanding tahun 2022 dimana ialah UMK sebesar Rp4.791.843.

Sebelumnya, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, menolak dengan keras kenaikan UMP 2023 yang diketahui memiliki rentang persentase 2,6-9,15 persen.

Said meminta kepada Gubernur masing-masing provinsi untuk menetapkan upah minimum kabupaten/kota (UMK) hingga 13 persen.

“Partai Buruh dan organisasi Serikat Buruh meminta Bupati dan Walikota dalam merekomendasikan nilai UMK ke Gubernur adalah sebesar antara 10 hingga 13 persen,” kata Said dalam keterangan resmi dikutip. (Andi Saddam)