Kuasa Hukum Keluarga Bakal Kirim Memori Kasasi kepada MA

Kuasa Hukum Keluarga Bakal Kirim Memori Kasasi kepada MA
Keluarga terdakwa anak di bawah umur tak kuasa menahan tangis di PN Kota Bekasi, Rabu, 30 November 2022. Foto: Pojoksatu.id/Adika F Utomo

POJOKSATU.id, BEKASI – Vonis kasus anak di bawah umur yang terlibat aksi tawuran, yang divonis lima tahun penjara masih bergulir di pengadilan Negeri Kota Bekasi.


Hasil putusan yang sudah ditetapkan oleh Pengadilan Negeri Kota Bekasi, pihak keluarga melalui kuasa hukum melayangkan banding.

Namun, dalam proses pengajuan banding justru seolah-olah diduga diabaikan, bahkan dipermainkan oleh panitera pengadilan negeri Kota Bekasi.

Pantauan Pojoksatu.id yang datang langsung ke Pengadilan Negeri Bekasi terlihat menangis hiteris dengan proses pengajuan banding yang masih berjalan. Pihak keluarga juga menilai bahwa proses banding yang diajukan, terkesan dipermainkan.


Kuasa hukum kedua terpidana, Yanti Maito, menerangkan, 2 terpidana anak yang berinisial S, 14 tahun, dan juga A, 15 tahun, masih berstatus pelajar SMP.

“Proses pengajuan banding yang kita layangkan sangat janggal sekali, saya menilai ada permainan,” ungkap Yanti, Rabu 30 November 2022.

Kata dirinya, pihaknya menyerahkan memori banding dengan tanda terima resmi berstempel pada tanggal 10 November 2022, kepada Pengadilan Negeri Kota Bekasi yang diterima oleh kepaniteraan.

Kemudian pihak Pengadilan Negeri pada tanggal 15 November 2022 mengeluarkan memori susulan tanda resmi stempel pengadilan Negeri Kota Bekasi yang dikirimkan kepada Pengadilan Tinggi Jawa Barat.

Hal tersebutlah yang membuat Kuasa hukum kedua terpidana yang mempertanyakan kinerja dari Pengadilan Negeri Kota Bekasi.

“Padahal tanggal 16 November putusan dari pengadilan Tinggi Jawa Barat, yang menguatkan putusan vonis pengadilan Negeri Kota Bekasi,” tegasnya.

Pihaknya akan mengajukan protes terhadap proses pengajuan banding kasus 2 orang pelajar dalam perkara tawuran tersebut.

“Kami akan mengirimkan memori kasasi kepada Mahkamah Agung,” tutupnya. (Adika F Utomo)