Kota Bekasi Gunakan Formulasi Permenaker Nomor 18 2022 untuk Rumuskan UMK 2023

Kota Bekasi Juga Gunakan Formulasi Permenaker Nomor 18 Tahun 2022 untuk Rumuskan UMK 2023
Plt Wali Kota Bekasi Tri Adhianto. Foto: Dok. Pojoksatu.id

POJOKSATU.id, BEKASI – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mengakui bahwa kenaikan Upah Minimum Kota (UMK) Bekasi 2023, menggunakan formula Permenaker Nomor 18 tahun 2022 yang telah dikeluarkan oleh Kemenaker beberapa waktu lalu.


“Untuk UMK sudah ada ketentuan yang baru, kita tidak menggunakan PP 36 tahun 2021,” kata PLT Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono, Rabu, 30 November 2022.

Kata dirinya, walaupun penetapan UMK dengan menggunakan formula permenaker nomor 18 tahun 2022, namun masih ada penolakan dari pengusaha.

Namun menurut Tri jika Pemerintah telah menetapkan formula itu secara komprehensif.


BACA JUGA: Permenaker Nomor 18 Jadi Acuan Kenaikan UMK Kabupaten Bekasi

Artinya, kebijakan yang dikeluarkan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Ketenagakerjaan, tentu Pemerintah Kota Bekasi hanya bisa mengikuti aturan itu. Walaupun memang tentunya akan menuai pro dan kontra.

“Kalau penolakan pasti lah ya, pro dan kontra. Tapi saya kira pemerintah sudah menetapkan secara komprehensif, dan kita dibawah hanya mengikuti saja, apa tahapan dan indikatornya,” katanya.

Permenaker Nomor 18 tahun 2022 yang menjadi acuan penerapan kenaikan upah 2023 ini memang dinilai membebani para pengusaha. Sebab mengacu dari Permenaker itu, kenaikan upah bisa mencapai 10 persen.

BACA JUGA: UMK Kota Bekasi 2023 Direkomendasikan Naik 7,09 Persen

Hal ini menjadi dilema para pengusaha, bahkan para pengusaha pun mengancam akan pindah pabrik, jika penetapan upah tetap mengunakan Permenaker Nomor 18 tahun 2022.

Hanya saja, Tri mengaku tetap akan menggunakan aturan itu pada upah minimum 2023 nanti.

“Jadi apapun yang menjadi keputusan pemerintah ya kita akan lakukan itu dan tentunya itu tadi, bagaimana menyeimbangkan indikator inflasi, daya beli masyarakat,” tutur dia.

“Kemudian kebutuhan dari pekerja serta kemampuan dari pengusaha saya kira itu menjadi salah satu indikator,” tutupnya. (Adika F Utomo)