SMAN 4 Bekasi Diduga Pungut Rp7 Juta Per Siswa Kelas X, Wali Murid Keberatan

SMAN 4 Bekasi Diduga Pungut Rp7 Juta Per Siswa Kelas X, Wali Murid Keberatan
SMAN 4 Bekasi. Foto: sman4bekasi.sch.id

POJOKSATU.id, BEKASI – Pungutan yang diduga dibebankan oleh sekolah kembali terjadi di kota Bekasi, kali ini di SMAN 4 Bekasi di Jalan Cemara Permai, Kelurahan Harapanjaya, Bekasi Utara, Kota Bekasi.


Pungutan yang dibebankan kepada orang tua murid sebesar Rp7.000.000 per siswa. Angka itu merupakan revisi dari sebelumnya Rp7.693.091 atau dibulatkan Rp7.700.000.

“7 juta itu terdiri atas sumbangan awal tahun 3,5 juta dan sumbangan anak pendidikan 3,5 juta,” tutur salah satu wali murid kelas X SMAN 4 Bekasi yang tak ingin identitasnya disebutkan, Kamis, 24 November 2022.

Untuk ke depannya, kata dia, akan dilanjutkan dipungut Rp3,5 juta per siswa.


BACA JUGA: BOS Tidak Cukup, SMAN 2 Bekasi Diduga Bebankan Pungutan kepada Siswa Kelas X

“Banyak yang keberatan tapi tidak berani bersuara tentang hal ini,” tutur dia.

“Ada kata-kata ditunggu di sekolah agar dapat keringanan. Jadi orang tua dibuat seolah mengemis ke sekolah. Padahal gubernur statement gratis,” tutur dia.

Dia mengaku menyekolahkan anaknya ke SMA Negeri agar mendapat keringanan biaya dan tidak membayar tetapi justru mendapat pungutan yang sangat besar.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil kembali menegaskan pihak sekolah dilarang mengambil pungutan dari orang tua siswa tanpa seizinnya yang diwakili Disdik Jawa Barat.

BACA JUGA: Soal Pungutan yang Jadi Viral, Kepala SMAN 3 Bekasi Beri Penjelasan

“Karena sudah ada Peraturan Gubernur, tidak boleh ada pungutan-pungutan tanpa izin tertulis dari Kadisdik mewakili Gubernur. Karena kalau lihat seperti ini, nanti tidak terkendali,” kata Ridwan Kamil pada 17 November 2022 lalu di Bandung.

“Nanti yang dirugikan adalah siswa. Bahwa ada urgensi, boleh dibicarakan, tapi enggak boleh ngambil keputusan sendiri. Yang jadi masalah adalah mengambil keputusan sendiri, itu tidak boleh,” sambung dia.