TikTok Digugat Warga Bekasi, Penyebabnya Gara-Gara Ini

TikTok Digugat Warga Bekasi, Penyebabnya Gara-Gara Ini
Penggugat TikTok Mulkan Letlet saat di Pengadilan Negeri Bekasi. Foto: Pojoksatu.id/Adika F Utomo

POJOKSATU.id, BEKASI – Seorang warga Bekasi bernama Mulkan Letlet menggugat sebuah platform TikTok ke Pengadilan Negeri Kelas IIA Kota Bekasi.


Hal tersebut dilakukan olehnya, disebabkan akun miliknya yakni @tikt.okan diblokir sepihak oleh TikTok gara-gara dianggap melanggar panduan komunitas.

Mulkan menjelaskan, dirinya sudah mendaftarkan gugatan pada 27 Mei 2022 dengan nomor perkara 272/pdt.g/2022/PN.bks.

Dalam gugatannya itu, pihaknya juga memasukkan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) sebagai lembaga yang turut tergugat.


BACA JUGA: Tak Tahan Baca Komentar Jahat, Tangis Oma Gala Sky Pecah saat Live TikTok

“Saya selaku pribadi warga negara Indonesia mengajukan gugatan terkait hal-hal yang dilakukan TikTok yang menurut kami perbuatan melawan hukum,” kata Mulkan, Rabu, 28 September 2022.

Dirinya mengajukan gugatan tidak lain yakni terkait unggahan di akun pribadinya.

Pertama, kata dia, unggahan tertanggal 4 Februari 2022 berisi lagu rap berjudul Impostor Senayan yang dipopulerkan Tuan Tiga Belas, Ecko Show dan Zein Panzer.

“Dalam postingan itu ternyata di TikTok tidak ada view atau yang melihat postingan itu padahal di akun Instagram saya memposting konten yang sama ada yang melihat,” jelas dia.

Selanjutnya unggahan tertanggal 11 Februari 2022, lagi-lagi konten yang dianggap bermasalah adalah yang berbau kritik pemerintah.

BACA JUGA: Link Download Video TikTok Tanpa Watermak dengan SSSTIK dan SnapTik

Di unggahan kali ini, Mulkan membuat konten berisi video dirinya tengah menaiki mobil Alphard sambil berdiri di sunroof.

Dalam caption unggahan video tersebut, Mulkan menulis caption berisi kritik pedas ke salah satu menteri.

“Konten berisi saya sedang menaiki mobil Alphard  berdiri di sunroof dengan judul (caption) bukan pejabat yang mementingkan kebijakan toilet gratis di seluruh SPBU Indonesia, ketimbang kebijakan subsidi BBM ke rakyat dan harga BBM,” ungkapnya.

Unggahan ini dianggap telah menyalahi panduan komunitas TikTok, alasannya karena masuk dalam kategori adegan berbahaya.

Padahal kata Mulkan, video yang sama sempat dibuat rekannya sesama pengguna TikTok hanya saja tidak ada caption berisi kritik pemerintah.

“Padahal, saya berdiri di sunroof dalam posisi aman kecepatan di bawah 10 km per jam dan bukan di jalan raya di jalan komplek dan sepi aman untuk saya pribadi dan orang sekitar,” jelas dia.

Terakhir unggahan tertanggal 21 Februari 2022, kontennya berisi video mengambil suara dari akun TikTok lain.

Pada unggahannya kali ini, akun pribadinya langsung diblokir sepihak oleh TikTok.

“Karena postingan saya tentang kritik, guyonan kepada pemerintah terkait dengan politik itu selalu dibatasi bahkan postingan terakhir itu akun saya diblokir,” paparnya.

Sebelum mengajukan gugatan, Mulkan secara resmi telah mengirim somasi ke Kantor TikTok perwakilan Indonesia di Singapura.

“Saya sudah menyampaikan somasi ke TikTok Indonesia tertanggal 22 Februari dan dibalas 1 Maret 2022, cuman alasan TikTok bahwa kita telah melakukan aksi berbahaya dan melanggar panduan komunitas,” tuturnya.

Alasan pihaknya mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Bekasi sesuai dengan domisili penggugat.

“Sekaligus dalam gugatan ini saya memohon kepada ketua PN Bekasi dan atau majelis hakim yang menangani kasus ini memerintahkan TikTok untuk berkantor di Indonesia,” tegas dia. (Adika F Utomo)