Prabu PL Dorong Pemerintah Perhatikan Pemulung di TPAS Burangkeng

Prabu PL Dorong Pemerintah Perhatikan Pemulung di TPAS Burangkeng
Ketua Prabu PL Carsa Hamdani. Foto: Pojoksatu.id/Andi Saddam

POJOKSATU.id, BEKASI – Ratusan pemulung yang ada di Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Burangkeng di Setu, Kabupaten Bekasi, sama sekali tidak mendapat perhatian dari pemerintah daerah hingga detik ini.


Padahal, mereka turut aktif secara langsung dalam mengurangi volume sampah di TPAS tersebut.

Ketua Persatuan Pemuda Burangkeng Peduli Lingkungan (Prabu PL) Carsa Hamdani menjelaskan peran pemulung cukup besar tapi tidak ada perhatian dari pemerintah.

“Perlu kita ketahui juga ada beberapa sifatnya mengais rezeki dengan adanya pembuangan sampah. Pemulung itu memang mereka mau melakukan hal itu dan memang karena sudah kepalang tanggung,” katanya dia kepada wartawan, Senin, 26 September 2022.


BACA JUGA: Lurah Burangkeng Usul Pemkab Bekasi Bentuk Tim Penyelesaian Masalah TPAS Burangkeng

“Artinya pemulung itu besar jasanya, langsung program pemerintah terkait pengurangan sampah mah selain masalah pembebasan lahan juga pengurangan sampah memang itu sangat berpengaruh,” katanya.

Carsa menyebutkan dalam satu hari pemulung bisa saja mengumpulkan hingga 1 kuintal atau 100 kg sampah yang sudah dipilah.

Di TPAS Burangkeng kira-kira ada 150 pemulung, jika satu pemulung bisa mengurangi sampah hingga 100 kg maka bisa 15 ton sampah dikurangi setiap harinya.

“Para pemulung mereka sudah membantu program pemerintah dalam pengolahan sampah dan mengurangi volume sampah yang memang ada dalam regulasi,” kata dia.

“Menurut saya karena ada program dan memang ada di regulasi jadi bisa mereka para pemulung diberikan semacam pembinaan kepada mereka setidaknya untuk kesehatan mereka dan menggembirakan mereka semua,” jelas dia.

Carsa mengatakan para pemulung berkutat dengan sampah dan hidup dari sampah sehingga pemerintah harus memperhatikan para pemulung tersebut.

BACA JUGA: Prabu PL: Masalah TPAS Burangkeng Harus Segera Diatasi

Dia tidak secara gamblang mengatakan dinas apa yang semestinya bertanggung jawab untuk para pemulung tersebut, akan tetapi seharusnya pada pejabat pemerintah Kabupaten Bekasi yang lebih mengetahui berdasarkan tupoksinya masing-masing.

Prabu PL kini tengah mendata pemulung yang biasa mengais sampah di TPAS Burangkeng agar pemerintah dapat mengetahui dan mengambil tindakan yang tepat.

Carsa menginginkan pemulung mendapat perhatian seperti di Kota Bekasi yang hingga kini belum diterapkan oleh Pemerintah Kabupaten Bekasi. (Andi Saddam)