Politisi Ini Sebut Kinerja Tri Adhianto Menurun

Politisi Ini Sebut Kinerja Tri Adhianto Menurun
Politisi PPP Kota Bekasi, Sholihin. Foto: Dok. Radar Bekasi

POJOKSATU.id, BEKASI – Politisi PPP Kota Bekasi, Sholihin, yang juga merupakan tim sukses Pepen-Tri pada Pilkada 2018 mengingat kembali momen kala itu.


Sholihin menyebutkan pada tahun 2018 survei menyebutkan elektabilitas di atas 70 persen sehingga siapapun calon wakil wali Kota Bekasi saat itu, tak berpengaruh untuknya.

“Ketika itu, sampai ada kata yang cukup nyeleneh di tengah masyarakat Kota Bekasi yang mengatakan, petahana calon wali Kota Bekasi dipasang dengan sandal jepit pun pasti jadi,” ucap Sholihin, Sabtu, 24 September 2022.

Akan tetapi, dia menilai pasca peralihan kepemimpinan saat ini banyak catatan yang disoroti publik dan mengalami penurunan prestasi.


“Pertama kita ingatkan untuk tetap berpatokan pada RPJMD pasangan Pepen-Tri yakni Kota Bekasi yang Maju, Kreatif, Sejahtera dan Ikhsan. Jangan banyak pencitraan,” tegasnya.

Dirinya menambahkan, serapan anggaran sejak dipimpin Plt Wali Kota Bekasi Tri Adhianto sangat rendah hingga dibawah 50 persen.

“Kalau pemasukan PAD harus objektif saya menilai sudah mulai bergerak naik. Itu bagus lah harus ditingkatkan lagi,” tambahnya.

Terkait komunikasi dengan partai pengusung seperti PPP, PAN, Demokrat, PKB, Hanura Nasdem. Plt Walikota Bekasi, Tri Adhianto terlihat kasat mata oleh publik seolah menjauh.

“Padahal partai-partai tersebut lah yang dulu mendukung beliau. Tapi sekarang tidak pernah lagi ada komunikasi yang baik selayaknya tim pengusung,” demikian dia.

Gus Shol, sapaan karibnya, mengingatkan Tri Adhianto untuk mengantisipasi terjadinya inflasi keuangan daerah.

Sejak kenaikan harga BBM daya beli masyarakat ikut menurun seiring lonjakan harga kebutuhan pokok masyarakat.

Kita punya, tambah Gus Shol, anggaran BTT (Biaya Tak Terduga) sebanyak Rp174 miliar yang bisa dipergunakan untuk membantu meringankan beban masyarakat.

“Pasalnya, BLT dari Pemerintah Pusat banyak data yang tidak sinkron, sehingga tidak tepat sasaran. Nah, di situ peran Pemerintah Kota Bekasi bisa ikut membantu masyarakat,” kata dia memungkas. (Adika F Utomo)