Mengenal Komponen Gajian serta Faktor yang Menentukan Besarannya

Aplikasi Gajian by Mekari.
Aplikasi Gajian by Mekari.

POJOKBEKASI.com – Gaji merupakan hak karyawan yang wajib dibayar oleh perusahaan sebagai imbalan atas tanggung jawab pekerjaan yang telah dijalankan.


Umumnya, penggajian di perusahaan dilakukan secara sistematis melalui payroll, yakni sistem penggajian yang meliputi pengolahan data gaji, perhitungan gaji, hingga pembayaran gaji secara rutin dan teratur pada tanggal tertentu setiap bulan.

Hukum ketenagakerjaan di Indonesia tidak mengatur sistem penggajian karyawan swasta secara detail, namun sejumlah ketentuan dalam Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah memberikan rambu-rambu sebagai panduan.


UU Ketenagakerjaan No 13 Tahun 2003 yang direvisi melalui Omnibus Law, Pasal 88 A ayat (3), menyebutkan bahwa pengusaha wajib membayar upah kepada pekerja/buruh sesuai dengan kesepakatan.

Baca Juga : 6 Manfaat Penggunaan Software Payroll Indonesia dan Kriteria Terbaiknya

Ketentuan itu ditegaskan lagi dalam PP Pengupahan No 36 Tahun 2021, Pasal 53, bahwa pembayaran upah oleh pengusaha dilakukan berdasarkan perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja bersama.

Artinya, baik nominal dan komponen penggajian ditentukan berdasarkan kesepakatan.

Sebagai contoh, jika karyawan dijanjikan gaji pokok, tunjangan tetap, dan tunjangan BPJS dalam kontrak kerja, maka komponen-komponen tersebut wajib ada dalam perhitungan dan pembayaran gaji karyawan bersangkutan. Jumlahnya harus sesuai dengan yang disepakati.

Komponen Gaji Karyawan Secara Umum

Dalam pelaksanaannya pihak perusahaan menerapkan komponen gaji karyawan menurut UU dengan pertimbangan tambahan. Sehingga komponen gaji menjadi lebih terperinci sebagai berikut:

1. Upah Pokok

Upah pokok secara umum ini sama seperti yang dipaparkan dalam UU. Gaji pokok menjadi upah dasar yang diberikan kepada karyawan dengan besaran tidak kurang dari 75% total gaji yang diterima.

Dimana besar gaji pokok karyawan swasta ini dipengaruhi tingkat atau jenis pekerjaan di perusahaan.

Pada umumnya pihak perusahaan mengacu pada UMR (Upah Minimum Regional) yang berlaku di daerah tempat perusahaan tersebut berdiri dalam menetapkan besar gaji pokok karyawan.

Serta mempertimbangkan posisi dan tanggung jawab karyawan di perusahaan, termasuk dalam mempertimbangkan komponen gaji karyawan lainnya.

2. Tunjangan Tetap

Secara umum tunjangan tetap bisa diartikan sebagai keuntungan atau benefit untuk karyawan. Besarnya tidak dipengaruhi kehadiran maupun kinerja karyawan di perusahaan.

Tunjangan tetap mempunyai sistem hitung yang cenderung tidak berubah selama posisi karyawan perusahaan tidak berubah.

Besaran tunjangan tetap yang diterima karyawan bisa jadi lebih tinggi saat karyawan dipromosikan naik jabatan. Sebaliknya, tunjangan tetap bisa lebih kecil jika karyawan mengalami demosi penurunan posisi.

Baca Juga : Software Attendance Management Bahasa Indonesia Yang Wajib Diketahui

3. Tunjangan Tidak Tetap

Tunjangan tidak tetap besarnya senantiasa berubah. Hal ini karena ada banyak faktor yang mempengaruhi sistem hitung. Sebut saja mulai dari jumlah kehadiran, profit yang diterima perusahaan, dan lainnya.

Tunjangan tidak tetap diberikan secara terpisah dari pemberian gaji pokok karyawan swasta dan tunjangan tetap. Dimana sifat pemberian bisa perhari, perminggu, atau perbulan sesuai kebijakan pemerintah.

4. Potongan

Potongan merupakan komponen gaji karyawan swasta yang dapat mengurangi jumlah total penghasilan yang diterima. Potongan yang dimaksud dapat berupa pajak penghasilan, iuran BPJS Kesehatan, dan BPJS Ketenagakerjaan.

Potongan pajak penghasilan atau PPh didasarkan pada pasal 21 agar besarannya tepat sesuai yang harus dilaporkan dan disetorkan.

Selain itu, perusahaan juga bisa menetapkan potongan lain yang sifatnya tidak tetap dan berkaitan dengan karyawan.

Potongan tidak tetap ini mencakup denda atas kehadiran yang terlambat, adanya kasbon atau cicilan hutang di perusahaan, adanya sanksi untuk pelanggaran peraturan perusahan, dan lainnya.

Terkait potongan tidak tetap bergantung dengan kebijakan perusahaan. Bisa termasuk dalam komponen gaji karyawan suatu perusahaan, tetapi tidak dengan perusahaan lain. Sehingga bisa jadi berbeda antara perusahaan satu dengan perusahaan yang lain.

5. Upah Lembur
Upah lembur merupakan tambahan upah yang diberikan kepada karyawan atas kinerjanya di luar jam kerja resmi perusahaan.

Dalam sistem perhitungan gaji karyawan kontrak atau tetap, perusahaan harus memasukkan komponen upah lembur bila memang menerapkan sistem kerja lembur.

Pemberian upah lembur ini juga sudah diatur dalam UU. Yakni pada Pasal 78 (1) UU Ketenagakerjaan.

Adapun besar uang lembur dan waktu pembayaran disesuaikan dengan kesepakatan yang sudah disepakati antara pihak perusahaan dengan karyawan.

6. Bonus

Pada perusahaan tertentu tidak jarang memberikan bonus kepada karyawan dalam komponen gaji karyawan.

Bonus dapat mencakup kategori tertentu yang dibuat perusahaan seperti bonus untuk karyawan atas kinerja atau pencapaian prestasi, bonus pembagian laba, bonus tahunan, bonus tunjangan hari raya, dan lainnya.

Adapun penetapan besar bonus secara penuh menjadi hak prerogatif pihak perusahaan. Dimana besaran bonus biasanya ditentukan kondisi dan kebijakan masing-masing.

Baca Juga : 5 Tips Memilih Aplikasi Catatan Penjualan Terbaik

Berbagai Faktor Yang Harus Diperhatikan Saat Menentukan Gaji

Setelah memahami komponen gaji tidak tetap maka selanjutnya sebagai HR anda harus mengetahui faktor penentu gaji. Tujuannya agar setiap karyawan memiliki gaji yang sesuai dengan kinerja serta perannya dalam perusahaan tersebut.

● Faktor pertama adalah kinerja dari karyawan tersebut, kinerja menjadi pertimbangan pertama untuk menentukan besaran gaji yang akan ia terima.

Apa saja perannya bagi perusahaan, semakin besar resiko yang ia terima dari pekerjaan maka seharusnya gaji yang akan diterimanya juga lebih layak.

Selain sebagai penghargaan besaran gaji memperhatikan kinerja juga memberikan rasa puas bagi karyawan. Kinerja mereka akan setimpal dengan komponen gaji tidak tetap yang akan mereka terima.

Kelayakan penggajian dengan menyesuaikan kinerja pegawai merupakan hal yang harus dipahami HR.

● Kenaikan gaji harus memenuhi syarat yang diberikan oleh perusahaan. Setiap karyawan pasti menginginkan kenaikan gaji, tentu hal ini akan menjadi sebuah motivasi kuat dalam meningkatkan kinerja mereka untuk perusahaan.

Lamanya karyawan bekerja juga merupakan faktor penting untuk terealisasinya kenaikan gaji bagi mereka.

Jadi untuk anda yang menginginkan kenaikan gaji tapi kinerja untuk perusahaan masih buruk mulai sekarang harus bisa diperbaiki agar bisa terlaksana.

● Berbagai bonus yang akan diterima oleh karyawan atas kinerja baik mereka maupun prestasi yang diraih. Sama dengan kenaikan gaji bonus juga merupakan incaran utama setiap karyawan saat bekerja dalam sebuah perusahaan.

Bonus-bonus ini tidak terikat kedalam upah pokok sehingga bisa digolongkan kedalam komponen gaji tidak tetap. Bonus juga merupakan sebuah penghargaan yang besar dan menjadi motivasi bagi setiap karyawan untuk mendapatkannya.

Cara pembayaran gaji

PP Pengupahan, Pasal 57, memberikan dua cara pembayaran gaji karyawan, yaitu secara langsung atau melalui bank. Apabila dibayarkan melalui bank, maka gaji harus sudah dapat diuangkan oleh karyawan pada tanggal penggajian yang disepakati.

Artinya, perusahaan perlu mengantisipasi proses transfer antar-bank yang membutuhkan waktu agar gaji tidak terlambat masuk ke rekening karyawan.

Misalnya, admin penggajian bisa melakukan transfer satu atau dua hari sebelum tanggal penggajian. Bagaimana jika terlambat?

Aturan di PP Pengupahan memberikan toleransi keterlambatan pembayaran gaji selama 3 hari. Apabila penggajian terlambat hingga 4 hari atau lebih, maka pengusaha dikenai denda tanpa menghilangkan kewajiban pembayaran gaji.

Baca Juga : Manfaat Layanan Lapor SPT Online Menggunakan Aplikasi KlikPajak

Perhitungan gaji

Dalam perhitungan gaji karyawan, terdapat beberapa kaidah yang harus diikuti oleh perusahaan, antara lain:

● Gaji pokok sekurang-kurangnya 75% dari jumlah gaji pokok dan tunjangan tetap. Gaji pokok dan tunjangan tetap tidak boleh di bawah ketentuan upah minimum.

● Upah lembur wajib dibayar oleh pengusaha yang mempekerjakan karyawan melebihi waktu kerja, atau pada istirahat mingguan, atau pada hari libur resmi. Perhitungan upah lembur menggunakan upah per jam mengikuti ketentuan PP No 35 Tahun 2021 Pasal 31.

● Pendapatan non-upah yang wajib dibayar oleh pengusaha adalah tunjangan hari raya (THR) keagamaan yang besarnya 1 bulan upah untuk karyawan dengan masa kerja satu tahun atau lebih.

● Pendapatan non-upah yang dapat dibayar oleh pengusaha adalah insentif, bonus, uang pengganti fasilitas kerja, dan uang service pada usaha tertentu.

Data perhitungan gaji

Data yang dibutuhkan dalam perhitungan gaji dapat dibedakan menjadi dua, yaitu data konstan dan data variabel.

Data konstan bersifat tetap atau tidak berubah setiap bulan, contohnya adalah data personal karyawan seperti nama, divisi, golongan jabatan, NPWP, PTKP, nominal gaji pokok, dan iuran BPJS.

Sementara data variabel bersifat tidak tetap, contohnya adalah jumlah kehadiran, jam lembur, bonus, dan denda.

Prosedur penggajian

Setiap perusahaan memiliki prosedur sistem penggajian yang mungkin berbeda dari yang lain. Namun, pada umumnya prosedur penggajian melibatkan tahapan berikut:

● HRD merekap data kehadiran karyawan, termasuk jumlah cuti dan izin/sakit dalam periode penggajian. Data ini berguna untuk perhitungan tunjangan kehadiran serta libur/cuti/izin yang dibayar dan yang tidak.

● Menghitung setiap komponen penghasilan karyawan, seperti gaji, tunjangan, lembur, bonus, dan seterusnya.

● Menghitung pajak PPh 21 atas penghasilan kena pajak karyawan bersangkutan

● Mengkalkulasi semua potongan gaji, seperti premi BPJS, pinjaman, dan pajak.

● Menyusun slip gaji beserta daftar gaji seluruh karyawan

● Bagian Finance mengevaluasi dokumen slip gaji beserta daftar gaji karyawan

● Bagian Akuntansi menulis cek tunai sesuai nominal seluruh gaji karyawan

● Melalui bank mitra, cek tunai ditransfer ke rekening tiap karyawan pada tanggal penggajian.

Kelola Gajian Karyawan Jadi Mudah dengan Aplikasi Gajian

Proses penggajian dapat dilakukan dengan metode manual maupun menggunakan aplikasi gajian karyawan berbasis web. Dalam proses manual, semuanya dilakukan oleh admin HR/Finance, dari entri data, menghitung komponen gaji dengan Excel, hingga membayar gaji karyawan. Sedangkan payroll yang menggunakan aplikasi gajian karyawan bekerja secara otomatis.

Sehingga dengan menggunakan aplikasi gajian, perusahaan Anda dapat menghemat waktu dan lebih efisien dibanding dengan tidak menggunakan aplikasi gajian.

Penggajian manual membutuhkan waktu lebih lama, menuntut ketelitian, dan tinggi risiko kesalahan. Sebaliknya, penggajian dengan aplikasi gajian karyawan jauh lebih cepat, lebih akurat, dan bebas human error.

Nah, masih ada satu lagi, yakni payroll alih daya (outsourcing), di mana perusahaan menggunakan jasa payroll atau aplikasi gajian dari pihak ketiga. Contohnya adalah Pegawai, jasa payroll dan aplikasi gajian outsourcing andal dan terpercaya dari Mekari Talenta.

Mekari Talenta adalah aplikasi gajian karyawan payroll cloud terbaik Indonesia yang efisien dan praktis.

Baca Juga : Ingin Lapor PPN dengan Praktis, Klikpajak.id Memberi Anda Solusinya

Software as a Service (Saas) dari Mekari Talenta ini merupakan aplikasi gajian karyawan berbasis web yang memiliki berbagai fitur penggajian lengkap, di antaranya adalah fitur hitung gaji online, BPJS online, PPh 21/26 online, fitur slip gaji online, dan fitur cuti online. Semua dapat Anda akses melalui satu aplikasi gajian Mekari Talenta.

Sistem payroll di aplikasi gajian by Mekari Talenta merupakan proses otomatis. Kamu hanya perlu mengatur setelan awal tentang data perhitungan gaji.

Selanjutnya, kalkulator online akan menghitung otomatis gaji karyawan setiap bulan dan hasilnya langsung muncul di fitur slip gaji pada aplikasi gajian Mekari Talenta.

Karena berbasis web, proses payroll dengan aplikasi gajian by Mekari Talenta dapat dilakukan di mana saja.

Kamu tak perlu repot mengunduh aplikasi, menyimpan data, atau melakukan entri data manual, sebab semua proses akan langsung terekam dalam bentuk data real-time dan tersimpan aman di server cloud aplikasi gajian ini.***