Janjian di Medsos Lalu Bertempur di Jalan, 5 Pelajar Ditangkap

Janjian di Medsos Lalu Bertempur di Jalan, 5 Pelajar Ditangkap
Kelima pelajar yang ditangkap anggota Polsek Medansatria karena melakukan aksi tawuran, Kamis, 22 September 2022. Foto: Istimewa

POJOKSATU.id, BEKASI – aksi tawuran pelajar kembali terjadi di wilayah Kota Bekasi, kali ini tawuran tersebut tepatnya terjadi di Jalan Sultan Agung KM 28 Kecamatan Medansatria, Kota Bekasi, Kamis, 22 September 2022.


Kapolsek Medansatria Kompol Efendi, menjelaskan akibat aksi tawuran itu sendiri mengakibatkan 1 orang menjadi korban di bagian kaki yakni berinisial MK yang merupakan pelajar.

“Berawal dari ajakan tawuran melalui sosial media, 2 kelompok pelajar dari SMKN 11 Bekasi dan Pelajar SMKN 13 Bekasi bergabung dengan SMK Patriot Bekasi Utara yang kemudian melakukan tawuran,” kata Efendi, Jumat 23 September 2022.


Korban sudah bersiap bertemu dengan pihak lawan di lokasi yang telah dijanjikan di media sosial.

BACA JUGA: Remaja 18 Tahun Tewas Usai Terlibat Tawuran Antar Kampung di Suryakencana Bogor

“Mereka melakukan aksi tawuran di depan Amin Motor, akan tetapi karena lawannya lebih banyak korban dan kawan-kawannya memutuskan memutar balik,” ungkapnya.

Efendi menyebutkan korban terjatuh ran menjadi bulan-bulanan kelompok lainnya. Akibatnya, korban terkena celurit dibagian kaki.

“Korban karena terluka kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Ananda untuk mendapatkan perawatan,” kata dia.

Mendengar ada aksi tawuran yang terjadi di Jalan Sultan Agung anggota Polsek Medan Satria langsung menuju ke lokasi dan mencari para pelajar yang terlibat tawuran.

Pihak kepolisian Polsek Medan Satria berhasil mengamankan tersangka RN (18), RAG (17), ST (17), MD (17), Z (16), dan ST (17) yang merupakan admin media yang mengajak untuk melakukan tawuran.

Polsek Bekasi Utara juga menangkap tiga pelajar yang terlibat tawuran masing-masing berinisial DA (18) ES (17) dan ZA (17).

“Kepada para pelaku tersangka dikenakan Pasal 170 ayat (2) Ke-2 KUHP karena bersama bersama melakukan kekerasan terhadap orang di muka umum yang menyebabkan luka berat (pengeroyokan) dan Pasal 2 Ayat (1) Undang Undang Darurat no 12 tahun 1951 dengan ancaman penjara 12 tahun,” kata dia menutup. (Adika F Utomo)