Korban Penggusuran Blak-Blakan, Sewa Lapak di Pinggir Kali Jati Bayar 10 Juta ke Ormas

Korban Penggusuran Blak-Blakan, Sewa Lapak di Pinggir Kali Bayar 10 Juta kepada ormas
Penggusuran bangunan liar di bantaran Kali Jati, Kayuringin Jaya, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Kamis, 22 September 2022. Foto: Pojoksatu.id/Adika F Utomo

POJOKSATU.com, BEKASI – Seorang warga yang menjadi korban penggusuran mengaku sudah membayar Rp10 Juta untuk membuka lapak di bantaran Kali Jati, Kelurahan Kayuringin Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan.


Akan tetapi, saat ini tempat usaha yang selama ini sudah menjadi mata pencahariannya digusur oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Pojoksatu.id, bahwa sekitar ada sekitar 60 lapak pedagang digusur oleh Pemkot Bekasi.


Pria yang enggan identitasnya diungkap ini mengatakan sudah menempati tempat tersebut untuk berjualan selama 3 bulan.

BACA JUGA: Puluhan Bangli di Kayuringin Jaya Digusur, 3 Pos Ormas Tak Disentuh Satpol PP

“Bayar lunas Rp 10 juta untuk membayar lapak, sudah masuk sama listrik buat satu tahun Rp 2,5 juta,” tegas dia saat ditemui Pojoksatu.id, Kamis, 22 September.

Dirinya mengatakan, saat ini belajar mengikhlaskan dengan kejadian ini sendiri. Sebab, uang yang sudah diberikan tidak dapat dikembalikan.

Dia menjelaskan, bahwa uang yang diserahkan kepada ormas disuruh meminta kembali ke Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi.

“Bilangnya minta ke pemerintah aja. Bilangnya gitu, ini kan pemerintah yang bongkar mau gimana lagi,” demikian dia. (Adika F Utomo)