Polres Metro Bekasi Dikabarkan Segel Lokasi Galian Tanah Merah Ilegal di Kertarahayu

Polres Metro Bekasi Dikabarkan Segel Lokasi Galian Tanah Merah Ilegal di Kertarahayu
Salah satu ekskavator di lokasi galian tanah ilegal diberi garis polisi, Kp. Nawit, Desa Kertarahayu, Kabupaten Bekasi. Foto: Istimewa

POJOKSATU.id, BEKASI – Polres Metro Bekasi dikabarkan menyegel lokasi galian tanah merah ilegal di Kampung Nawit, Desa Kertarahayu, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi. Total ada 3 titik lokasi galian yang disegel.


Berdasarkan pantauan awak media, garis polisi terpasang di salah satu ekskavator di lokasi galian tanah merah di Kampung Nawit

Staf Trantib Pemerintah Desa (Pemdes) Kertarahayu, Nobon membenarkan ada penyegelan excavator yang dilakukan oleh Polres Metro Bekasi.

Pihaknya sudah mengecek bersama Satpol-PP Kabupaten Bekasi pada Kamis, 18 Agustus 2022.


BACA JUGA: Berkat Program PTSL, Ribuan Warga Kertarahayu Punya Sertifikat Tanah

“Setelah kita sampai lokasi memang sudah disegel oleh pihak Polres kata informasi dari warga, kami turun bersama Pol-PP Kecamatan dan Kabupaten,” kata Nobon.

Nobon mengaku tidak tahu-menahu saat penyegelan oleh pihak Polres Metro Bekasi.

“Kalau dari Polres tidak ada (pemberitahuan), langsung kayanya. Kalau dari Pol-PP ada,”tuturnya.

Informasi yang dihimpun, ada sejumlah pegawai di lokasi galian tanah merah ilegal yang turut diperiksa oleh Polres Metro Bekasi.

Saat ini, kata dia sudah tidak aktifitas galian tanah merah yang dilakukan di 3 titik tersebut paska disegel oleh pihak Kepolisian.

Nobon memastikan pengusaha galian tanah merah tidak pernah mengajukan izin kepada Pemerintah Desa.

Pihak pengusaha kerap berpindah tempat dan tidak beraturan dalam waktu penggalian.

“Ada yang ngejual ke warga mungkin dia gali. Kalau untuk perijinan ga ada, bahkan kontribusi untuk desa ga ada,” paparnya.

BACA JUGA: Desa Kertarahayu Salurkan 35 Paket PMT Stunting

Ia mengatakan selama aktivitas itu berlangsung warga setempat tidak ada yang melaporkan atau mengeluhkan ke pemdes.

“Kalau yang kita wawancarai dari warga, sementara faktor kebutuhan warga tidak bisa dihindarkan, yang tinggi digali menjadi rata jadi produktif,” tutur dia.

Sementara pihak Polres Metro Bekasi belum dapat dimintai konfirmasi perihal kabar penyegelan garis polisi excavator di lokasi galian Desa Kertarahayu.

Wartawan telah berusaha menghubungi Kasat Reskrim AKBP Aris Timang untuk mengkonfirmasi hal ini tetapi belum dapat jawaban. (Adika Fadil/Pojoksatu.id)