900 Lebih Peserta Ramaikan Pertandingan Merpati Kolong Kalapas Cup

900 Peserta Ramaikan Pertandingan Merpati Kolong Kalapas Cup
Danden Bravo Mayor Efendi Hermawan dan Kalapas Bekasi Hensah menggiring merpati masuk ke kolong, Minggu, 21 Agustus 2022. Foto: Andi Saddam/Pojoksatu.id

POJOKSATU.id, BEKASI Lapas Bekasi bekerja sama dengan Lapak Master Grand Wisata dan Karang Taruna Lambang Jaya menggelar pertandingan merpati kolong Paiala Kalapas Cup dalam rangka memperingati hari Dharma Karya Dhika di Desa Lambangjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Minggu, 21 Agustus 2022.


Sebanyak 900-an peserta berpartisipasi pada pertandingan merpati kolong yang berhadiah mobil senilai 45 juta rupiah ini.

Kepala Lapas Bekasi, Hensah, menjelaskan bahwa mengadakan lomba burung ini sebagai aspirasi teman-teman dari Karang Taruna dan juga pengelola Lapak Master untuk mengadakan pertandingan merpati kolong seperti ini.

“Kita melihat bahwa itu adalah hal-hal yang positif apalagi kita sempat berkutat dengan covid kemudian ini kita punya semangat baru. Mudah-mudahan dengan olahraga ini kami bisa memotivasi teman-teman terutama pecinta burung merpati untuk ikut kembali memeriahkan kegiatan-kegiatan ini,” tutur dia kepada wartawan.


“Ternyata bukan hanya kita saja yang support bahkan pemerintah daerah juga kemudian para pengusaha juga men-support dan kita bisa melihat bagaimana pembukaan tadi, banyak sekali peserta yang antusias mengikuti kejuaraan ini dan mudah-mudahan ke depannya pertandingan seperti ini akan semakin sering dilakukan di tempat-tempat lain,” sambung dia.

Dia berpesan kepada para peserta pertandingan merpati kolong ini agar bisa menjadi motivasi untuk menjadi juara kemudian juga bisa bertanding secara sportif.

900 Peserta Ramaikan Pertandingan Merpati Kolong Kalapas Cup 2
Foto bersama Kalapas Bekasi Hensah dan panitia serta pendukung pertandingan merpati kolong Kalapas Cup, Minggu, 21 Agustus 2022. Foto: Pojoksatu.id/Andi Saddam

“Kita lihat dari antusias teman-teman kemudian dari hadiah yang bisa dikumpulkan dari pendaftaran inilah yang cukup pantas menurut saya, sehingga bisa menggoda teman-teman. Biasanya kan enggak main-main ya ini bisa meningkatkan terutama teman-teman luar burung merpati yang mungkin tadi kira masih di bawah dengan level-level ternyata bisa kita melihat ada burung yang bisa dijual sehingga harga 2 miliar,” demikian dia.

Komandan Detasemen Bravo Kopasgat Mayor Efendi Hermawan yang turut hadir dalam pertandingan tersebut mengatakan sebagai masyarakat Indonesia harus mencintai tradisi burung merpati ini karena ini adalah tradisi asli Indonesia.

“Ini kan tidak ada di tempat yang lain kalau seperti merpati jarak jauh sudah ada di dunia tetapi kalau merpati kolong ini belum ada sehingga perlu kita lestarikan dan kita harapkan nantinya kita sosialisasikan bisa sampai ke tingkat internasional,” tutur dia.

Efendi juga menjelaskan bahwa di Bogor, tempat tinggalnya, dia mempunyai lapak sehingga bisa menyalurkan hobinya di sana. Dia sendiri sudah bermain burung merpati sejak kecil sehingga masuk TNI pun pada matra Angkatan Udara.

Berdasarkan pantauan wartawan pojoksatu.id, pertandingan merpati kolong ini berlangsung dengan meriah para peserta pun tampak tertib untuk dalam saat pertandingan berjalan lancar.

Pada kesempatan ini juga hadir, Ronny Wijaya, pemilik burung bernama rampok yang terjual Rp2 miliar. Pria asal Bekasi ini pun juga memberikan kiat-kiat bagaimana melatih dan merawat burung merpati balap agar menjadi langganan pemenang pertandingan. (Andi Saddam/pojoksatu.id)