Waspada, Komplotan Pelaku Curanmor di Bekasi Incar Motor di Kosan

Waspada, Komplotan Pelaku Curanmor di Bekasi Incar Motor di Kosan
Waka Polres Metro Bekasi AKBP Erick bertanya kepada salah seorang anggota komplotan pelaku curanmor di Bekasi. Foto: Istimewa

POJOKSATU.id, BEKASIPolres Metro Bekasi kembali meringkus komplotan pelaku curanmor di Bekasi.


Ada 6 tersangka dari komplotan pelaku curanmor di Bekasi. yang diringkus oleh Polres Metro Bekasi.

Waka Polres Metro Bekasi AKBP Erick Fendriz menjelaskan pihaknya kembali meringkus komplotan pelaku curanmor di Bekasi.

Mereka disebut beraksi secara terstruktur. setiap pelaku memiliki perannya masing-masing di tempat kejadian perkara.


BACA JUGA: Bak Koboi, Pelaku Curanmor di Bekasi Ini Selalu Bawa Pistol Setiap Aksinya

“Mereka adalah jaringan pencurian kendaraan bermotor yang sudah melakukan kejahatan 65 kali di wilayah kota dan Kabupaten Bekasi. Jadi ini sangat meresahkan, ya,” jelas Erick saat konferensi pers di markas Polsek Cikarang Barat, Selasa, 16 Agustus 2022.

Pelaku curanmor di Bekasi itu mengincar motor di kosan titik untuk mencapai misi itu mereka memiliki trik tersendiri.

Lanjut Erick, mereka berpura-pura mencari informasi mengenai penyewaan kosan dan harganya di lingkungan sekitar lokasi mereka akan beraksi.

“Mereka bertanya kepada pemilik kosan dan berpura-pura ingin menyewa rumah kontrakan untuk tinggal. Lalu 2 orang lainnya mencuri motor milik warga yang diletakkan di depan rumah menggunakan kunci T,” jelas dia.

BACA JUGA: Tabrak Polantas, Pelaku Curanmor di Depok Diciduk polisi

Erick mengatakan cara itu seringkali terbukti ampuh untuk mengalihkan perhatian pemilik kosan.

Percaya atau tidak dalam sekali beraksi di kosan, pelaku curanmor di Bekasi ini mampu membawa 2 motor sekaligus.

“Mereka maksimal bisa 3 motor dicuri dalam sekali operasi,” jelas Erick.

Pelaki yang diringkus adalah CA, 22 tahun dan UD, 21 tahun, AW, 23 tahun, HS, 21 tahun, EA, 18 taun, dan DD, 26 tahun.

Keenam tersangka dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan ancaman hukuman penjara hingga 7 tahun. (Adika Fadil/pojoksatu)