Orang Tua dari Tiongkok, Jadi Laskar Hizbullah, dan Berperang di Bekasi Bersama KH Noer Alie

Orang Tua Tiongkok, Jadi Laskar Hizbullah, dan Berperang di Bekasi Bersama KH Noer Alie
Kong Usman, veteran perang kemerdekaan Indonesia yang pernah berperang bersama KH Noer Alie. Foto: Pojoksatu.id/Adika Fadil

POJOKSATU.id, BEKASI – Muhammad Usman kini telah menginjak usia 100 tahun. Masa mudanya dihabiskan untuk berperang dalam masa revolusi Republik Indonesia.


Kong Usman adalah panggilan akrabnya, dia kini menghabiskan masa tua di kediamannya di Kampung Pintu Air, Harapanmulya, Medansatria, Kota Bekasi.

Pada masa perang revolusi, dia merupakan bergabung dengan Laskar Hizbullah yang dipimpin oleh KH Noer Alie dan bermarkas di Masjid Muhajidin, Cibarusah.


Usut punya usut Kong ternyata mempunyai garis keturunan Tionghoa. Orang tuanya berasal dari Tiongkok. Kepada wartawan dia menceritakan asal-usul keluarganya.

BACA JUGA: Kong Usman, Veteran Perang Berdarah Tionghoa Prajurit KH Noer Alie

“Siapa bapak gua, bapak gua dari negeri (Tionghoa), ia 3 bersaudara. Saudara yang pertama perempuan Tancitno, adeknya lelaki namanya Tankiphok. Yang ketiga bapak gua namanya Tanapyang. Mereka bersuadara bertiga dari negeri itu (Tionghoa),” cerita Kong Usman, Rabu, 17 Agustus 2022.

Dia melanjutkancerita itu, Ketiga saudara itu mengadu nasib ke Indonesia dengan menumpang kapal laut milik Belanda.

Sebelum membulatkan tekad untuk pergi ke Indonesia, ketiga adik-beradik ini sempat berdebat. Saudara perempuan dari ayah Kong Usman, Tancitno, merasa ragu untuk bisa ke negeri khatulistiwa tersebut karena tidak memiliki cukup uang.

“Tancitno bilang ‘Ogah gua nggak punya ongkos”. ‘Ongkos mah gampang,’ kata bapak gua. ‘Kita ada akal tinggal numpang kapal layar, yang narik belanda, ya udah gua nurut,'” tutur Kong Usman.

BACA JUGA: Ini Pernyataan Pertama Jokowi Saat Tiba di Ukraina yang Dilanda Perang, Tampil Pakai Jaket Biru Gelap

“Kata Tancitno ‘Kalau lu sanggup ongkosnya mah.’ ‘Sanggup gua,’kata bapak gua,” kenang Kong Usman.

Setibanya di Indonesia, Ayah Kong Usman mulai merintis dalam bidang perniagaan.

Saat itu dia memilih bidang usaha alat penunjuk waktu seperti jam tangan arloji, dan produk serupa.

“Bapak gua tukang bikin jam tangan, tukang bikin arloji. Arloji loceng namanya, dulu namanya loceng, terus beker, itu usaha bapak gua,

BACA JUGA: Khidmat, Bupati Indah Pimpin Upacara Hari Kemerdekaan RI ke 77 di Lutra

Meski sudah berusia 100 tahunan tetapi Kong Usman masih terlihat bugar untuk pria seusianya.

Meskipun suaranya agak lirih tapi Kong Usman dapat mengingat dengan baik segala peristiwa yang pernah dialami semasa muda dulu. (dil/pojoksatu)