Kong Usman, Veteran Perang Berdarah Tionghoa Prajurit KH Noer Alie

Kong Usman, Veteran Perang Berdarah Tionghoa Prajurit KH Noer Alie
Kong Usman, veteran perang mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Kong Usman juga merupakan prajurit Hizbullah di bawah komando KH Noer Alie. Foto: Pojokbekasi.id/Adika Fadil Utomo

POJOKSATU.id, BEKASI – Muhammad Usman atau biasa dikenal dengan Kong Usman, merupakan salah satu veteran perang kemerdekaan berdarah Tionghoa.


Kong Usman saat ini sudah berusia satu abad atau 100 tahun. Selama perang kemerdekaan Indonesia, Kong Usman menjadi bagian dari laskar Hizbullah, pimpinan pahlawan nasional asal Bekasi, KH Noer Ali.

Meskipun sudah berusia lanjut, seolah tidak ada tanda-tanda bahwa pria yang tinggal di Kampung Pintu Air, Harapanmulya, Medansatria, itu menua.


Dia menceritakan bagaimana dirinya melawan Belanda usai Proklamasi 17 Agustus 1945.

BACA JUGA: Sambut Hut RI 77 Kebun Raya Bogor Adakan Festival Pencak Silat

Kong Usman pertama kali bergabung pada Seinendan, organisasi bentukan Jepang pada 1943.

“Seinendan tuh bahasannya satpamnya Jepang,” ucap Kong Usman, kepada Pojoksatu.id, Rabu, 17 Agustus 2022.

Organisasi ini awalnya dibentuk untuk Barisan Pemuda Indonesia agar bisa mempertahankan tanah airnya. Tetapi, kenyataannya berbeda. Rupanya ada niat terselubung dari Jepang membentuk organisasi itu.

Niat itu adalah yakni mempersiapkan pemuda Indonesia membantu militer Jepang melawan tentara Sekutu.

Punya bekal militer dengan menjadi anggota Seinendan, Kong Usman kemudian menjadi murid kesayangan dari KH Noer Ali.

BACA JUGA: Peringatan HUT ke-77 RI di Setu, Camat Ajak Masyarakat Bangkit

KH Noer Ali memberi amanah Kong Usman sebagai pemimpin pasukan di Perang Pasca Kemerdekaan Indonesia. Saat itu dia memimpin 200 pasukan.

“Lah emang itu (setelah) merdeka, gua jadi tentara terus, tentara KH Noer Ali,” ucapnya.

Dua ratus pasukan itu sempat terlibat pertempuran melawan Belanda di Kaliabang Bungur, Kota Bekasi.

“Orang Jepang udah nyerah, Belanda masuk lagi pengen gantiin Jepang (untuk menjajah),” kata Kong Usman.

Dia pernah dikepung oleh pasukan Belanda. Dalam kondisi yang darurat itu, harus memutar otak agar pasukannya bisa meloloskan diri dari kepungan tentara Belanda.

Ia pun meminta pasukannya untuk membentuk formasi huruf A untuk menahan gempuran pasukan Belanda.

BACA JUGA: Pertama Kalinya Ponpes Milik Ustadz Abu Bakar Baasyir Gelar Upacara HUT RI, Menko PMK Langsung Turun

“Ada yang nanya anak buah, ‘Pak itu gimana, kita udah kelingkung letter O, mendingan kita nyerah aja pak,’ ‘Siapa yang nyerah? Daripada lu ditembak Belanda mendingan gua yang nembakin lu,’,” tegas Kong Usman.

“Gua bikin di dalam tenda (formasi) letter A, satu pintu gue tembakin pake senjata” tambahnya.

Pertarungan sengit tersebut akhirnya membuahkan hasil yang baik, Kong Usman dan para anggotanya pun bisa selamat keluar dari kepungan Belanda.

Kong Usman pun selalu mengucapkan karena syukur nyawa dari pasukannya bisa ia selamatkan dari pasukan Belanda berkat strategi tersebut.

“Gue yang bikin strategi, 40 orang, satu pintu, duer der der, der, der, ini kiri kanan tar tor tar tor pada kebuka pada kabur tuh Belanda,” kata dia.

“Lalu pas gue keluar anak buah gue semuanya ada 40 orang selamat,” demikiah Usman. (dil/pojoksatu)