POJOKSATU.id - Isak tangis mewarnai wajah sejumlah emak-emak warga Desa Rancapinang, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, saat lahan garapan mereka yang telah digarap puluhan tahun diratakan alat berat.
Lahan seluas sekitar lima hektare itu rencananya akan dibangun menjadi markas batalion TNI AD. Namun, warga mengaku tidak pernah mendapat kejelasan terkait status tanah tersebut.
Sejumlah warga pun memohon agar Presiden Prabowo Subianto turun tangan membantu menyelesaikan persoalan yang hingga kini belum menemukan titik terang itu.
Baca Juga: Limbah Medis Berbahaya Masih Berserakan di Walantaka, DLH Serang Tunggu Izin Pengangkutan
"Kami sedih, kami minta keadilan dari Bapak Presiden Prabowo yang seadil-adilnya untuk kami masyarakat Rancapinang," ujar salah satu warga, Senin (20/10/2025)
Permasalahan sengketa lahan antara warga Rancapinang dan pihak TNI AD disebut sudah berlangsung lama.
Bahkan beberapa pekan lalu, warga sempat menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Bupati Pandeglang sebagai bentuk protes.
Baca Juga: Ketua DPRD Madina Minta Seluruh Perkebunan Dievaluasi, Ancam Keluarkan Rekom Penghentian Operasional
Meski begitu, hingga kini belum ada keputusan pasti terkait hak kelola lahan tersebut.
Warga berharap pemerintah pusat turun tangan agar nasib mereka sebagai petani kecil mendapat keadilan.***


