POJOKSATU.id - Wali Kota Serang Budi Rustandi kembali menunjukkan keseriusannya dalam menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi di wilayahnya.
Usai hujan deras yang mengguyur Kota Serang pada Rabu (17/12/2025) malam, Budi langsung turun ke lapangan tanpa menunggu pagi.
Orang nomor satu di Kota Serang itu berkeliling menyisir sejumlah titik yang selama ini dikenal rawan genangan dan banjir.
Baca Juga: Masih Bisa Kuliah Gratis! Begini Cara Daftar KIP Kuliah 2026 Meski Tak Punya KIP
Inspeksi dilakukan meski hujan masih turun, demi memastikan sistem pengendalian air berfungsi optimal.
Sejumlah lokasi menjadi fokus peninjauan, mulai dari pasar tradisional, kawasan permukiman padat penduduk, hingga saluran drainase utama.
Budi ingin memastikan tidak ada hambatan yang bisa memperparah luapan air saat intensitas hujan meningkat.
Baca Juga: LOWONGAN KERJA BCA 2025! Relationship Officer Program Dibuka untuk Lulusan S1 dan S2
“Sekarang hujan terus. Saya keliling mengecek wilayah yang biasanya banjir. Kita tidak ingin kejadian banjir kemarin terulang lagi,” ujar Budi di sela-sela peninjauan malam, dikutip pojoksatu.id dari serangkota.go.id.
Dalam pantauannya, Budi menemukan berbagai persoalan yang memperburuk risiko banjir.
Ia mendapati saluran air tertutup tumpukan barang dagangan, hingga bangunan rumah warga yang berdiri tepat di atas got.
Baca Juga: Lowongan Kerja Kedubes AS Dibuka hingga April 2026, Tersedia 40 Posisi Keamanan
Temuan tersebut langsung mendapat perhatian serius. Budi menegaskan bahwa tindakan menutup atau menyalahgunakan saluran drainase sangat merugikan masyarakat luas.
Ia pun mengimbau pedagang dan warga agar menempatkan aktivitasnya sesuai aturan.
Menurutnya, ketidakdisiplinan segelintir pihak bisa berdampak besar bagi keselamatan banyak orang.
“Mohon jualan di tempat yang semestinya. Jangan sampai satu orang merugikan seluruh warga. Biasanya kalau sudah banjir, baru timbul penyesalan,” tegasnya.
Budi menambahkan, langkah tegas penertiban bangunan liar di atas saluran air dilakukan semata-mata demi kepentingan bersama.
Baca Juga: KABAR GEMBIRA! PPPK Bangka Akan Terima JHT Rp10 Juta Bersamaan Dengan Pelantikan
Ia menilai, drainase yang tersumbat pasti akan menyebabkan air meluap ke permukiman.
“Kalau ada yang mampet, air pasti tumpah. Ini soal kesadaran. Ada got malah dibangun rumah,” katanya.
Budi menutup dengan menegaskan bahwa ketegasannya lahir dari kepedulian. “Saya tegas karena saya sayang warga saya, sayang masyarakat Kota Serang,” pungkasnya.***


