POJOKSATU.id - Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah menegaskan bahwa sumber daya manusia (SDM) menjadi kunci utama keberhasilan Koperasi Merah Putih di Banten.
Ia mengingatkan agar pelatihan peningkatan kompetensi pendamping koperasi tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, melainkan benar-benar mencetak SDM yang profesional, visioner, dan berintegritas.
“Seorang entrepreneur harus memiliki perencanaan yang jelas dan terukur, berorientasi pada keuntungan, serta memiliki administrasi yang baik,” ujar Dimyati.
Ia menyampaikan hal itu saat membuka Pelatihan Peningkatan Kompetensi SDM Pendamping Koperasi Desa Merah Putih di Gedung PKPRI Provinsi Banten, Kota Serang, Senin (3/11/2025).
Pelatihan yang diselenggarakan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Banten ini berlangsung selama lima hari, mulai 3 hingga 7 November 2025.
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat peran pendamping koperasi agar mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa yang mandiri dan berdaya saing.
Baca Juga: Kuota Haji 2026 RI Resmi Ditentukan! Cek Rincian per Provinsi dan Cara Daftar
Dimyati mencontohkan keberhasilan Singapura dalam mengelola aset secara produktif.
Ia berharap para pendamping Koperasi Merah Putih dapat meniru semangat tersebut dengan menjadi pribadi yang kreatif, adaptif, dan mampu mengidentifikasi permasalahan di lapangan dengan solusi konkret.
“Pendamping harus aktif memastikan koperasi berjalan likuid, transparan, dan memberikan manfaat nyata bagi anggotanya,” tegasnya.
Baca Juga: Jangan Sampai Keliru! Begini Rumus 16 Digit NIK dan Cara Mudah Mengingatnya
Lebih lanjut, Dimyati menekankan agar Koperasi Merah Putih tidak menjadi milik kelompok atau pribadi tertentu.
Menurutnya, koperasi ini adalah program Presiden Prabowo Subianto yang dirancang untuk memperkuat ekonomi masyarakat dari bawah.
“Jika ada monopoli, segera laporkan. Koperasi Merah Putih ini milik rakyat. Presiden Prabowo membangunnya agar masyarakat desa memiliki kekuatan ekonomi sendiri,” katanya.
Ia juga meminta para peserta pelatihan untuk menginventarisasi masalah di daerah masing-masing, termasuk soal tata kelola keuangan yang akuntabel.
“Pendamping digaji untuk memastikan koperasi sehat, memiliki usaha, dan berdampak positif. Tidak boleh ada gaji tanpa hasil,” ujar Dimyati menegaskan.
Baca Juga: Atap SMKN Gunung Putri Roboh Akibat Pohon Tumbang, Disdik Jabar Perintahkan Mitigasi Cuaca Esktrem
Sementara itu, Milda Sari, Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Literasi dan Penyuluhan Kementerian Koperasi, mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Banten.
Ia menyebut pelatihan ini selaras dengan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang percepatan pembentukan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih sebagai program strategis nasional menuju kemandirian ekonomi.
“Pendamping adalah ujung tombak program ini. Mereka bukan hanya memastikan koperasi berdiri, tapi juga beroperasi, berinovasi, dan berkembang menjadi pusat ekonomi desa,” ungkap Milda.
Sebagai bagian dari pelatihan, peserta juga diperkenalkan pada aplikasi digital SIMKOPDES (Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa dan Kelurahan), platform resmi pendataan Koperasi Merah Putih.
Sistem ini dirancang untuk menciptakan tata kelola koperasi yang modern, transparan, dan efisien.
Selain itu, peserta mendapatkan materi tentang Talenta Perkoperasian Indonesia, yang terintegrasi melalui laman talentakoperasi.id.
Baca Juga: Tim UPI Juara 1 ECOFEST 2025 Lewat Inovasi Pemetaan Energi Surya Penulis: Reizka Kemala Nazar
Sebagai upaya membentuk SDM koperasi unggul dan siap menghadapi tantangan ekonomi modern.
Pelatihan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat pondasi ekonomi kerakyatan di Banten, dengan SDM yang profesional dan koperasi yang benar-benar berdaya saing di tingkat nasional.***


