POJOKSATU.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten kembali menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat Kabupaten Pandeglang.

Kali ini, bantuan diberikan melalui program Rumah Layak Huni Baznas (RLHB) hasil kerja sama Pemprov Banten dengan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Baznas Provinsi Banten.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Wakil Gubernur Banten, A. Dimyati Natakusumah, kepada Askah (55), warga Desa Cilaja, Kecamatan Majasari, pada Senin (15/12/2025).

Baca Juga: Kasus Pembunuhan Sutradara Hollywood Rob Reiner dan Istri, Sang Anak Diduga Pelaku, Ditangkap di Sekitar Kampus

Dimyati mengatakan, pada tahap penyaluran kali ini terdapat 13 rumah warga di Kabupaten Pandeglang yang menerima bantuan perbaikan rumah tidak layak huni.

Program tersebut difokuskan bagi masyarakat yang kondisi huniannya dinilai membahayakan keselamatan.

“Untuk Pandeglang, saat ini ada 13 rumah yang kami bantu melalui program RTLH. Ini menjadi komitmen kami agar masyarakat bisa tinggal di rumah yang lebih aman dan layak,” ujar Dimyati, dikutip pojoksatu.id dari bantenprov.go.id.

Baca Juga: Catat! ITS Buka Golden Ticket SNBP 2026, Ini Syarat dan Jadwal Lengkapnya

Ia menjelaskan, setiap penerima manfaat memperoleh dana stimulan sebesar Rp22,5 juta yang digunakan untuk merenovasi rumah.

Selain di Kecamatan Majasari, bantuan RLHB juga disalurkan ke beberapa kecamatan lain seperti Cipeucang, Cigeulis, Panimbang, dan Karangtanjung.

Menurut Dimyati, program tersebut tidak hanya menyasar perbaikan fisik bangunan, tetapi juga bertujuan menjaga kesehatan dan keselamatan penghuni rumah.

Baca Juga: Prioritas CPNS 2026 Terungkap! Pemerintah Tentukan Sektor Kunci Penerimaan, Siapkan Diri Anda!

“Kami ingin memastikan masyarakat hidup dengan aman dan sehat. Jangan sampai ada rumah roboh yang membahayakan penghuninya. Bantuan ini diharapkan bisa meringankan beban warga,” tegasnya.

Tak hanya bantuan hunian, pada kesempatan yang sama Wagub Banten juga menyalurkan bantuan ekonomi kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Sebanyak 10 pelaku UMKM menerima bantuan modal usaha masing-masing sebesar Rp1 juta.

“Ini sebagai stimulus agar usaha mereka bisa terus berjalan dan berkembang. Harapannya UMKM bisa bangkit dan menjadi contoh bagi pelaku usaha lainnya,” kata Dimyati.

Selain itu, dukungan juga diberikan kepada sektor keagamaan.

Baca Juga: Jurusan Kuliah Paling Menjanjikan di Tahun 2026, Peluang Kerja Cepat dan Gaji Kompetitif

Tiga Majelis Taklim menerima bantuan sebesar Rp5 juta per lembaga, serta satu Pondok Pesantren dengan nominal bantuan yang sama.

Sementara itu, Askah (55), penerima bantuan RLHB, mengaku bersyukur atas bantuan yang diterimanya. Ia mengatakan kondisi rumahnya sebelumnya sudah lama memprihatinkan.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur. Tidak menyangka rumah saya bisa dibantu dan Bapak Wakil Gubernur datang langsung,” ucap Askah haru.***