POJOKSATU.id - Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) untuk siswa di sejumlah daerah Banten mendadak terhenti.
Sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Pandeglang, Menes, dan Kota Cilegon menghentikan sementara penyaluran lantaran tagihan dari Badan Gizi Nasional (BGN) belum dibayar.
Kondisi ini sontak membuat Wakil Gubernur Banten, Dimyati Natakusumah, kaget.
Ia mengaku belum menerima laporan resmi terkait penghentian program tersebut.
“Wah, saya belum dapat laporan. Malah saya baru tahu kalau berhenti, kenapa bisa begitu? Saya rasa belum berhenti lah, kan belum ada laporan dari sekolah-sekolah,” kata Dimyati, Rabu (12/11/2025).
Menurut informasi, penghentian sementara ini terjadi karena dana untuk membayar pihak SPPG tersendat di tingkat nasional.
Baca Juga: Strategi PLN Tutup Tahun 2025, Dorong Konsumsi Listrik Lewat Promo Tambah Daya, Sudah Mencoba?
Beberapa lembaga di daerah pun memilih menunda penyaluran sambil menunggu kepastian pembayaran.
Menanggapi dugaan keterlambatan pembayaran, Dimyati menjelaskan bahwa saat ini pemerintah tengah melakukan perubahan dan pergeseran anggaran.
“Sekarang sedang ada efisiensi dan penyesuaian aktivitas. Tapi pasti dibayar, negara enggak mungkin enggak membayar. Negara menjamin kok,” tegasnya.
Meski demikian, masyarakat berharap distribusi makanan bergizi bisa segera normal kembali agar para siswa tetap mendapatkan asupan yang menunjang proses belajar mereka.***


