POJOKSATU.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten akhirnya turun tangan serius soal maraknya truk tambang yang kerap bikin macet dan rusak jalan.

Melalui Keputusan Gubernur (Kepgub) Banten Nomor 567 Tahun 2025, Gubernur Andra Soni resmi membatasi jam operasional truk tambang di seluruh wilayah Banten.

Langkah tegas ini diambil lantaran aktivitas truk tambang akhir - akhir ini dinilai sudah kelewat batas, menyebabkan kemacetan parah, kerusakan jalan, hingga potensi kecelakaan di sejumlah ruas jalan utama.

Baca Juga: Create Stunning Dance Videos with AI: The Ultimate Twerk Video Generator

“Kami sudah koordinasi dengan seluruh bupati dan wali kota. Truk tambang hanya boleh beroperasi dari pukul 22.00 hingga 05.00 WIB setiap hari,” tegas Andra Soni, Selasa (28/10/2025).

Tak hanya membatasi jam, Pemprov juga menetapkan jalur khusus yang boleh dilalui angkutan tambang.

Jalur tersebut meliputi jalan nasional, provinsi, dan beberapa ruas kabupaten/kota di Serang, Cilegon, Lebak, Pandeglang, Tangerang, Kota Tangerang, dan Tangerang Selatan.

Baca Juga: Belajar Bahasa Portugis Lebih Mudah, Mirip dengan Bahasa Indonesia, Ini Alasannya!

Untuk memastikan aturan berjalan, Pemprov bakal mendirikan pos pengawasan dan rambu lalu lintas baru.

Pengawasan akan dilakukan oleh Dishub Banten bersama pihak kepolisian, TNI, dan pemda setempat.

“Kami akan awasi ketat. Tidak boleh ada truk yang melanggar atau membawa muatan berlebih,” ujarnya.

Baca Juga: Pembelajaran Bahasa Portugis Diusulkan Uji Coba di Sekolah Wilayah Timur, Kata Ketua Komisi X DPR RI Agar Adaptif dan Relevan

Gubernur juga mengingatkan para pengusaha tambang agar truk yang beroperasi tidak kotor, tidak melebihi kapasitas, dan bak muatannya wajib tertutup terpal.

Hal ini penting agar jalan tidak licin dan tidak ada material yang berceceran.

“Ini soal keselamatan bersama. Jangan sampai masyarakat jadi korban karena kelalaian,” imbuhnya.

Kebijakan yang mulai berlaku 28 Oktober 2025 ini diharapkan mampu menjadi solusi nyata untuk mengurai kemacetan, menjaga keselamatan pengguna jalan, dan menertibkan aktivitas tambang di Banten.

Sementara itu, Kepala Dishub Banten Tri Nurtopo mengungkapkan, pihaknya tengah menyiapkan rambu dan pos pengawasan di titik-titik rawan pelanggaran.

Baca Juga: Jejak Bahasa Portugis dalam Bahasa Indonesia : dari Kata Gudang hingga Jendela

Ia juga memastikan aturan ini punya dasar hukum kuat.

Tri menjelaskan, pelanggar bisa dijerat dengan dua aturan hukum, yakni Perda Banten Nomor 8 Tahun 2013 dan UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

“Kalau melanggar di jalan provinsi bisa kena sanksi kurungan maksimal 6 bulan atau denda Rp50 juta. Kalau di jalan nasional, dendanya maksimal Rp500 ribu,” jelasnya.

Baca Juga: Pemkot Kediri Berangkatkan Kontingen Pramuka Garuda ke Coban Talun

Selain itu, pengemudi yang membandel terhadap petugas kepolisian juga bisa kena hukuman kurungan 1 bulan atau denda Rp250 ribu.

Dengan aturan baru ini, Pemprov Banten berharap wilayahnya bisa lebih tertib, aman, dan bebas dari truk tambang yang sering bikin resah warga.

Adapun untuk pembatasan ini berlaku pada ruas jalan sebagai berikut: 
1. Kota Cilegon
a. Ruas Jalan Serdang – Bojonegara – Merak (jalan nasional)

b. Ruas Jalan Raya Cilegon (Cilegon) (jalan nasional)

c. Ruas Jalan Raya Serang (Cilegon) (jalan nasional)

Baca Juga: Bahasa Portugis Masuk Sekolah, DPR Minta Tetap Prioritaskan Bahasa Nasional : Apa Relevansinya buat Pelajar?

d. Ruas Jalan Batas Kota Cilegon – Pasauran (jalan nasional) dan

e. Ruas Jalan Lingkar Selatan Cilegon (jalan kota).


2. Kabupaten Serang

a. Ruas Jalan Serdang – Bojonegara – Merak (jalan nasional)

b. Ruas Jalan Batas Kota Cilegon – Batas Kota Serang (jalan nasional)

c. Ruas Jalan Batas Kota Cilegon – Pasauran (jalan nasional)

Baca Juga: Mengapa Bahasa Portugis Jadi Prioritas di Sekolah Kita? Ini 10 Fakta yang Bikin Kamu Terkejut

d. Ruas Jalan Batas Kota Serang – Batas Kabupaten Serang/Tangerang (jalan nasional)

e. Ruas Jalan Cikande – Rangkasbitung (jalan nasional)

f. Ruas Jalan Batas Kabupaten Serang – Batas Kota Pandeglang (jalan nasional)

g. Ruas Jalan Raya Palka (Palima – Pasar Teneng) (jalan provinsi)

h. Ruas Jalan Banten Lama – Pontang (jalan provinsi)

Baca Juga: Ada Jejak Budaya, Bahasa Portugis Masuk Kurikulum Indonesia, Menteri Kebudayaan Komentar Begini

i. Ruas Jalan Pontang – Jenggot (jalan provinsi) dan

j. Ruas Jalan Lingkar Selatan Cilegon (jalan kota).


3. Kota Serang

a. Ruas Jalan Raya Cilegon (Serang) (jalan nasional)

b. Ruas Jalan Letnan Jidun (Serang) (jalan nasional)

c. Ruas Jalan Tb. Suwandi (Serang) (jalan nasional)

d. Ruas Jalan Abdul Hadi (Serang) (jalan nasional)

Baca Juga: Bahasa Portugis Bakal Diajarkan di Sekolah Indonesia, Ternyata Belum Ada Pembahasan di Kemendikdasmen

e. Ruas Jalan KH. Abdul Fatah Hasan (Serang) (jalan nasional)

f. Ruas Jalan Sudirman (Serang) (jalan nasional)

g. Ruas Jalan Raya Pandeglang (Serang) (jalan nasional)

h. Ruas Jalan Jaksa Agung R. Soeprapto (jalan nasional)

i. Ruas Jalan Syekh Moh. Nawawi Albantani (Pakupatan – Palima) (jalan provinsi)

Baca Juga: Perbedaan Mekanisme Pembayaran TPG 100 Persen Bagi 3 Kategori Guru!

j. Ruas Jalan Banten Lama – Pontang (jalan provinsi) dan

k. Ruas Jalan Lopang – Banten Lama (jalan provinsi).


4. Kabupaten Lebak

a. Ruas Jalan Cikande – Rangkasbitung (jalan nasional)

b. Ruas Jalan By Pass Rangkasbitung (Jalan Soekarno Hatta Rangkasbitung) (jalan nasional)

c. Ruas Jalan Batas Kota Pandeglang – Batas Kota Rangkasbitung (jalan nasional)

d. Ruas Jalan Muara Binuangeun – Simpang (jalan nasional)

e. Ruas Jalan Simpang – Bayah (jalan nasional)

Baca Juga: Pencairan TPG Triwulan 3 Masih Berlanjut, Cek Update Terbaru 42 Daerah yang Sudah Terima Dana Tunjangan!

f. Ruas Jalan Raya Cikande (Jl. Otto Iskandardinata Rangkasbitung) (jalan nasional)

g. Ruas Jalan Raya Cipanas (Rangkasbitung) (jalan nasional)

h. Ruas Jalan Batas Kota Rangkasbitung – Cigelung (Batas Provinsi Jawa Barat) (jalan nasional)

i. Ruas Jalan Maja – Koleang (jalan provinsi)

j. Ruas Jalan Maja – Citeras (jalan provinsi)

Baca Juga: TPG Triwulan 3 Sudah Dibayarkan Tetapi TW 1 dan 2 Belum Juga Dicairkan, Solusi Apa yang Bisa Dilakukan? Simak Penjelasannya!

k. Ruas Jalan Ciruas – Petir – Warunggunung (jalan provinsi)

l. Ruas Jalan Picung – Malingping – Simpang (jalan provinsi)

m. Ruas Jalan Gunungkencana – Malingping (jalan kabupaten)

n. Ruas Jalan Banjarsari – Cirinten (jalan kabupaten)

o. Ruas Jalan Rangkasbitung – Sajir (jalan kabupaten)

p. Ruas Jalan Maulana Hasanudin (jalan kabupaten) dan

q. Ruas Jalan Rangkasbitung – Gajrug (jalan kabupaten).


5. Kabupaten Pandeglang

a. Ruas Jalan Pasauran – Labuan (jalan nasional)

b. Ruas Jalan A. Yani (Labuan) (jalan nasional)

c. Ruas Jalan Labuan – Simpang Labuan (jalan nasional)

Baca Juga: Innovillage 2025 Resmi Dibuka: Telkom Dorong Mahasiswa Ciptakan Inovasi Digital Berdampak Sosial

d. Ruas Jalan Simpang Labuan – Saketi (jalan nasional)

e. Ruas Jalan Simpang Labuan – Cibaliung (jalan nasional)

f. Ruas Jalan Cibaliung – Cikeusik – Muara Binuangeun (jalan nasional)

g. Ruas Jalan Citeureup – Tanjung Lesung (jalan nasional)

Baca Juga: Tahun 2026 Dipastikan Tidak Ada Lagi Pegawai dengan Status Honorer, Ini Solusi yang Disiapkan BKN!

h. Ruas Jalan Batas Kota Pandeglang – Batas Kota Rangkasbitung (jalan nasional)

i. Ruas Jalan Raya Serang (Pandeglang) (jalan nasional)

j. Ruas Jalan Batas Kabupaten Serang – Batas Kota Pandeglang (jalan nasional)

k. Ruas Jalan Tanjung Lesung – Sumur (jalan provinsi)

l. Ruas Jalan Saketi – Picung (jalan provinsi) dan

m. Ruas Jalan Picung – Munjul (jalan provinsi).


6. Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan.

Seluruh jaringan jalan di wilayah Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan.***