POJOKSATU.id - Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni.
Menyalurkan bantuan peralatan dapur bagi 33 kepala keluarga (KK) korban bencana angin puting beliung tahun 2024 di Desa Bunihara, Banjar Sari, dan Sindang Mandi, Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang, Selasa (11/11/2025).
Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian TP PKK Banten terhadap masyarakat terdampak bencana.
Baca Juga: Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas Jadi Web Series Lokal yang Menarik Perhatian Masyarakat
Sekaligus upaya mendorong ketahanan dan kesejahteraan keluarga melalui penyediaan sarana rumah tangga yang layak dan sehat.
“Bantuan ini merupakan wujud nyata perhatian pemerintah daerah dan TP PKK terhadap peningkatan kualitas hidup keluarga, terutama dalam mewujudkan rumah tangga yang tertata, bersih, dan produktif,” ujar Tinawati dalam sambutannya.
Ia berharap agar bantuan tersebut dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh penerima manfaat.
Baca Juga: Hemat Syarikah
“Gunakan peralatan ini untuk mendukung penerapan rumah tangga yang efektif dan efisien, sehingga tercipta lingkungan keluarga yang harmonis,” tambahnya.
Selain penyaluran bantuan, kegiatan ini juga menjadi ajang pembinaan dan edukasi bagi masyarakat agar lebih mampu mengelola dan menata sarana rumah tangga secara optimal.
Dengan begitu, masyarakat diharapkan dapat hidup di lingkungan yang bersih, sehat, nyaman, dan berdaya saing.
Baca Juga: Tinawati Ajak Guru PAUD Kembangkan Kreativitas Anak Lewat Bermain Edukatif
Adapun bantuan yang disalurkan meliputi kompor gas, panci, kenceng, regulator, wadah penyimpanan, perlengkapan kebersihan, serta berbagai alat penunjang kegiatan rumah tangga lainnya.
Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Tinawati kepada perwakilan penerima manfaat.
Melalui kegiatan ini, TP PKK Banten menegaskan komitmennya untuk terus hadir dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Khususnya dalam implementasi 10 Program Pokok PKK, salah satunya aspek tatalaksana rumah tangga.
“Penerima bantuan diharapkan dapat menjadi contoh keluarga yang mandiri, sejahtera, dan produktif,” tutup Tinawati.***


