POJOKSATU.id - Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 yang dilaksanakan Kodim 0623 Cilegon menitikberatkan pada pembangunan sarana air bersih melalui sumur bor.

Dari total 10 titik yang menjadi target, sebanyak empat lokasi saat ini tengah dalam proses pengerjaan, sementara enam titik lainnya dijadwalkan mulai dibangun pada awal Mei 2026.

Koordinator pembangunan yang juga menjabat sebagai Danramil 2307/Ciwandan, Indra Gunawan, menjelaskan bahwa pelaksanaan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan teknis serta kondisi lapangan.

Baca Juga: Babinsa Salurkan Sembako Door to Door, Dukung Program Stunting di Merak

“Kami susun jadwal secara teratur agar pekerjaan berjalan baik. Saat ini 4 titik sudah berlangsung pengerjaannya, dan sisanya masih dalam tahap persiapan. Kami yakin seluruh titik bisa dimulai pembangunannya di awal Mei nanti dan selesai tepat waktu,” ujarnya.

Salah satu titik yang tengah dikerjakan berada di area Masjid Jamiatul Muhajirin, Kelurahan Gedong Dalem, Kecamatan Jombang. Proses pengeboran yang dimulai sejak 27 April 2026 telah mencapai kedalaman sekitar 10 meter dan terus diawasi agar sesuai rencana.

Di lokasi lain, yakni SMP Negeri 9 Cilegon, pengeboran telah memasuki hari ketiga dengan kedalaman mencapai 46 meter. Meski sudah menemukan sumber air, kualitasnya belum memenuhi standar sehingga pengerjaan masih dilanjutkan. Pelaksanaan juga diatur agar tidak mengganggu aktivitas ujian siswa.

Perkembangan signifikan terlihat di kawasan Kubang Lesung Kulin, Kelurahan Taman Baru, Kecamatan Citangkil. Di lokasi ini, sumber air bersih telah ditemukan dan kini memasuki tahap pemasangan toren serta instalasi pipa. Progres pekerjaan telah mencapai sekitar 50 persen dan ditargetkan rampung pada 30 April 2026.

Baca Juga: Persit KCK Cabang XLIX Cilegon Salurkan Bantuan Gizi dan Edukasi Cegah Stunting di Merak

Namun demikian, sejumlah kendala teknis juga dihadapi di lapangan. Di wilayah Langon Sari, Merak, alat penyedot sempat tersangkut di kedalaman 30 meter akibat lumpur, sehingga titik pengeboran harus dipindahkan agar pekerjaan tetap berlanjut.

Adapun enam titik lain yang masih dalam tahap persiapan berada di lingkungan PT Unit 8, PT SUJ, PT Pelindo II, PT Cemindo, PT Asahimas, serta kantor Dinas PUPR.

Mayor Indra menegaskan bahwa pembangunan sumur bor ini merupakan bagian dari sasaran fisik TMMD yang diharapkan memberi dampak langsung bagi masyarakat, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan air bersih.

“Air bersih adalah kebutuhan dasar, melalui program ini kami berharap akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok tersebut dapat terpenuhi dengan baik,” demikian kata dia.***