POJOKSATU.id - Polemik di SMAN 1 Cimarga, Kabupaten Lebak, belum benar-benar usai. Meski siswa dan kepala sekolah sudah sepakat berdamai di hadapan Gubernur Banten Andra Soni.

kini muncul desakan baru agar Pemprov Banten menelusuri siapa dalang di balik aksi mogok siswa yang sempat menghebohkan publik.

Desakan itu datang dari Anggota Komisi V DPRD Banten, Taufik Arahman, yang juga menjabat Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrat.

Baca Juga: Pilih Reputasi, Rating, atau Agenda Terselubung?

Ia menilai, meski perdamaian sudah tercapai, langkah investigasi tetap penting agar persoalan serupa tidak terulang di masa mendatang.

Menurut Taufik, aksi mogok yang dilakukan sejumlah siswa tampak tidak spontan dan perlu ditelusuri apakah ada pihak luar yang memanfaatkan situasi untuk memperkeruh keadaan sekolah.

Ia mendorong Pemprov Banten turun langsung memeriksa akar permasalahan dan memastikan lingkungan pendidikan tetap kondusif.

Baca Juga: Kasus SMAN 1 Cimarga Mereda, Polres Lebak Segera Proses Pencabutan Laporan Kepsek Dini Fitria

“Perdamaian itu langkah baik, tapi bukan akhir dari persoalan. Pemerintah harus tahu siapa yang menggerakkan aksi mogok agar dunia pendidikan tetap steril dari kepentingan apa pun,” ujarnya, Kamis (16/10/2025).

Ia juga menekankan pentingnya peran guru dan pihak sekolah dalam menanamkan nilai disiplin tanpa kekerasan, sekaligus menegaskan bahwa siswa harus menghormati tata tertib sekolah.

Kasus di SMAN 1 Cimarga sebelumnya memicu perhatian publik setelah muncul dugaan kekerasan fisik terhadap siswa yang kedapatan merokok, yang kemudian berujung pada aksi mogok belajar.

Baca Juga: Perkuat Penanganan Hukum, KAI Daop 3 Tandatangani Kerja Sama dengan Kejari Majalengka

Kini, setelah proses mediasi dan perdamaian, fokus publik beralih pada langkah pemerintah dalam menuntaskan akar masalahnya.***