POJOKSATU.id - Sawah milik para petani di Blok Cipangku, Desa Sangiangtanjung, Kecamatan Kalanganyar, Kabupaten Lebak.
Dilaporkan mengalami kerusakan parah setelah tertutup tanah urugan yang terbawa air hujan.
Tanah tersebut diduga kuat berasal dari aktivitas galian C yang berada tidak jauh dari kawasan pertanian warga.
Berdasarkan pantauan di lapangan pada Minggu (23/11/2025), terlihat beberapa petak sawah tertimbun lapisan tanah tebal, dikutip pojoksatu.id dari banten.tribunnews.com.
Sehingga tanaman padi yang baru ditanam para petani tidak lagi tampak. Kondisi ini membuat para petani cemas karena ancaman gagal panen kini semakin nyata.
Kamran (66), salah satu petani terdampak, mengatakan bahwa sawahnya baru saja ditanami padi beberapa minggu lalu.
Baca Juga: OpenAI Resmi Rilis Fitur Group Chat Global, Pengguna Indonesia Sudah Bisa Mencoba
Namun kini, sebagian besar tanaman padinya tertutup tanah urugan yang terbawa arus air hujan dari arah galian C.
Ia menyebut, peristiwa seperti ini bukan yang pertama kali terjadi. Setiap kali hujan deras turun, aliran air membawa material tanah dari lokasi galian dan masuk ke area persawahan.
Jika tidak segera ditangani, kerusakan pertanian dikhawatirkan akan semakin meluas dan merugikan banyak petani.
Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan melakukan evaluasi terhadap aktivitas galian C di wilayah tersebut.
Mereka menuntut pengawasan ketat serta tindakan tegas jika terbukti kegiatan tambang itu menyebabkan kerugian bagi masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, petani masih berupaya membersihkan area sawah secara manual, meski mereka menyadari pekerjaan tersebut tidak mudah dan memakan waktu lama.
Petani berharap ada solusi cepat agar gagal panen dapat dicegah.***


