POJOKSATU.id - Rawa Dano menjadi salah satu permata alam tersembunyi di Provinsi Banten.
Terletak di perbatasan Serang dan Pandeglang, danau purba ini menyuguhkan panorama memukau dengan perpaduan rawa, hutan, dan pegunungan yang masih alami.
Menariknya, Rawa Dano terbentuk dari letusan gunung berapi ribuan tahun silam dan kini menjadi kawasan konservasi yang dijaga ketat.
Baca Juga: Lantik Dewan Hakim STQHN ke-28, Menag: Jaga Integritas dan Objektivitas
Danau ini disebut-sebut tak pernah kering, bahkan saat kemarau panjang melanda.
Sumber airnya berasal dari mata air alami dan curah hujan tinggi di sekitar pegunungan.
Selain pemandangan alamnya yang menenangkan, Rawa Dano juga dikenal sebagai rumah bagi beragam flora dan fauna endemik.
Baca Juga: Gerakan Literasi Alquran, Menag Harap IKA PTIQ Jadi Motor Penggerak Masyarakat
Pengunjung bisa menemukan burung langka, reptil, hingga ikan air tawar khas daerah ini.
Bagi pecinta fotografi, tempat ini menjadi spot favorit karena suasananya yang tenang dan eksotis, terutama saat kabut pagi menyelimuti permukaan air.
Tidak heran jika Rawa Dano dijuluki sebagai “Danau di Atas Awan” oleh wisatawan lokal.
Baca Juga: enag Dorong Satker Jadi Garda Terdepan dalam Pencegahan Konflik Sosial
Pemerintah daerah terus mendorong pengembangan kawasan ini sebagai destinasi ekowisata unggulan di Banten.
Namun, keseimbangan antara pariwisata dan kelestarian alam tetap menjadi prioritas utama agar keindahan dan keaslian Rawa Dano tetap terjaga.
Rawa Dano bukan sekadar tempat wisata, melainkan bukti bahwa Banten memiliki keajaiban alam yang mampu membuat siapa pun jatuh cinta pada pandangan pertama.***


