POJOKSATU.id - Program Sekolah Gratis yang digulirkan Pemerintah Provinsi Banten rupanya benar-benar memberi efek besar bagi dunia pendidikan.
SMK PGRI 1 Kota Serang menjadi salah satu sekolah yang merasakan langsung dampaknya.
Jumlah peserta didik baru tahun ini melonjak drastis, hampir mencapai empat kali lipat dari tahun sebelumnya.
Baca Juga: Ribuan Pelajar Karawang Adu Disiplin di LKBB 2025
Kepala SMK PGRI 1 Kota Serang, Anang, mengungkapkan fakta tersebut saat mendampingi Gubernur Banten, Andra Soni, dalam peninjauan pelaksanaan Sekolah Gratis dan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Jumat (21/11/2025).
Kunjungan berlangsung di lingkungan sekolah yang berlokasi di Jalan Ciwaru Raya, Kota Serang.
“Dari 100 siswa pada 2024, kini mencapai 394 siswa untuk penerimaan tahun ajaran 2025. Naiknya hampir 400 persen,” tutur Anang,dikutip pojoksatu.id dari bantenprov.go.id.
Baca Juga: Beredar Risalah Rapat Syuriah Bocor, Ketua Umum PBNU Periode 2022-2027 Gus Yahya Diminta Mundur
Selain lonjakan siswa baru, jumlah penerima manfaat MBG di sekolah itu juga cukup besar, yakni mencapai 615 siswa.
Program pemberian makanan bergizi itu diketahui sudah berjalan hampir satu bulan sejak 12 Oktober 2025.
Dalam kunjungannya, Gubernur Andra Soni menyerahkan buku rekening tabungan Sekolah Gratis kepada dua siswa secara simbolis.
Baca Juga: OJK Buka Rekrutmen 2025! IPK Minimal 3,0, Simak Syaratnya
Ia juga menyempatkan diri masuk ke sejumlah kelas dan berdialog langsung dengan penerima manfaat MBG.
“Saya ingin mendengar langsung dari para siswa. Alhamdulillah, mereka sudah merasakan manfaatnya dan sejauh ini program berjalan lancar,” ujar Andra Soni.
Saat berbincang dengan para siswa, gubernur sempat menanyakan menu yang mereka terima.
Para siswa mengaku tidak bosan karena menu MBG disajikan dengan variasi berbeda setiap harinya.
“Mereka senang, itu yang paling penting,” tambahnya.
Baca Juga: Ratusan Pelajar Ikuti LKBB 2025 di Karawang
Meski demikian, Andra Soni menilai masih perlu pembiasaan kedisiplinan sebelum makan, seperti mencuci tangan, membawa sendok, serta menyediakan air minum sendiri dari rumah.
Gubernur juga menggali informasi dari kepala sekolah dan para guru terkait keberjalanan Program Sekolah Gratis.
Menurut Anang, beberapa tahun terakhir sekolah ini mengalami penurunan jumlah siswa cukup signifikan.
Padahal dahulu SMK PGRI 1 Serang pernah menjadi salah satu sekolah terbesar dengan jumlah siswa mencapai lebih dari 3.000 orang.
“Sekarang, berkat Program Sekolah Gratis, perlahan kembali bangkit. Untuk kelas 10 saja sudah 394 siswa yang masuk melalui program ini,” terang Andra Soni.
Ke depan, Pemprov Banten berencana memperkuat kolaborasi sekolah, guru, dan siswa melalui komitmen bersama terkait pelaksanaan Sekolah Gratis.
Baca Juga: OJK Cirebon Sebut Stabilitas Keuangan Ciayumajakuning Terjaga, Kredit BPR Tembus Rp2,08 Triliun
Tak hanya itu, pemerintah juga menjalin sinergi dengan pihak industri untuk memastikan lulusan SMK mendapatkan peluang kerja yang lebih cepat dan lebih luas.
“Karena pendidikan ini dibiayai pemerintah, tentu harus ada komitmen. Siswa harus belajar dengan baik, disiplin, dan tetap menjaga sikap. Itu kewajiban yang harus dipenuhi,” tegas Gubernur Andra Soni.
Program Sekolah Gratis dan Makan Bergizi Gratis kini menjadi angin segar bagi sekolah-sekolah di Banten.
SMK PGRI 1 Serang menjadi bukti nyata bahwa ketika biaya pendidikan bukan lagi hambatan, minat masyarakat untuk menyekolahkan anaknya meningkat dengan pesat.***


