POJOKSATU.id - Pemerintah Provinsi Banten semakin ngebut memperkuat akses antarwilayah lewat program unggulan Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra).

Program yang jadi prioritas Gubernur Andra Soni dan Wakil Gubernur Achmad Dimyati Natakusumah ini disebut bakal jadi mesin pendorong ekonomi baru bagi masyarakat pedesaan.

Untuk tahun 2025, Pemprov menargetkan pembangunan 60 ruas jalan desa dengan total panjang 64 kilometer.

Baca Juga: Ratusan Pelajar Ikuti LKBB 2025 di Karawang

Dua jenis konstruksi diterapkan betonisasi dan aspal, menyesuaikan kebutuhan serta kondisi tanah di setiap kecamatan. Fokusnya satu: akses lancar, ekonomi bergerak.

Pengamat ekonomi Gede Sandra mengapresiasi langkah Pemprov Banten yang dinilai tepat sasaran.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur desa bukan hanya membuka jalan, tapi juga membuka kesempatan ekonomi jangka pendek dan panjang.

Baca Juga: Lagi Trend Kepala Desa Banyak yang Korupsi, 459 Kades Korup, Kejaksaan Ngaku Kewalahan, Desa Maju Korupsinya Lebih Maju Lagi?

“Program ini sangat bagus dan punya efek langsung ke ekonomi warga desa. Kalau aksesnya bagus, pergerakan ekonomi pasti ikut naik,” ujarnya, Kamis (20/11/2025), dikutip pojoksatu.id dari bantenprov.go.id.

Gede juga merekomendasikan agar cakupan pembangunan ditambah ke lebih banyak wilayah. Tujuannya agar manfaat program benar-benar terasa merata di seluruh Banten.

“Bagus kalau diperluas ke seluruh Banten. Dampaknya bakal makin besar,” tambahnya.
Baca Juga: OJK Cirebon Sebut Stabilitas Keuangan Ciayumajakuning Terjaga, Kredit BPR Tembus Rp2,08 Triliun

Tak hanya itu, ia menyebut Bang Andra sejalan dengan salah satu poin Asta Cita Presiden Prabowo yang menekankan pembangunan dari desa sebagai strategi pemerataan kesejahteraan.

“Kalau diterapkan secara nasional juga oke. Sudah pas dengan Asta Cita,” tutupnya.

Dengan pembangunan yang semakin digencarkan, warga desa diharapkan tak hanya mendapat jalan mulus, tapi juga peluang ekonomi baru yang siap mengangkat taraf hidup masyarakat Banten.***