POJOKSATU.id - Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Cilegon bergerak cepat menjelang intensitas hujan yang makin meningkat.
Mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi, PMI memperkuat armada evakuasi dengan melakukan perbaikan satu unit perahu lama dan menambah satu perahu baru lengkap dengan perlengkapan keselamatan.
Perahu baru tersebut langsung dipersenjatai dengan dayung, rompi pelampung, hingga pompa elektrik sehingga siap diterjunkan kapan saja saat terjadi banjir atau proses evakuasi warga.
Baca Juga: Ribuan Loker Menanti di Job Fair Depok 2025, Catat Tanggal dan Lokasinya
Seluruh fasilitas dipastikan dalam kondisi prima dan bisa dioperasikan dengan cepat oleh relawan.
Kegiatan pengecekan langsung dipimpin Ketua PMI Kota Cilegon, Abdul Hakim Lubis, bersama Wakil Ketua Encep Nurdin, Sekretaris Ujang Samsul, staf, serta relawan PMI.
Tak hanya itu, tim teknis dari Basarnas Banten juga turut membantu memastikan kelayakan perahu, mulai dari kondisi bodi, tambalan kebocoran, kelengkapan alat keselamatan, hingga uji pompa penyedot air.
Baca Juga: Kehilangan 5 Keluarganya Tertimbun Longsor Sibolga, Doris Harus Bayar 3 Juta di Rumah Sakit
Abdul Hakim Lubis menyampaikan bahwa penguatan armada evakuasi merupakan langkah strategis menjelang puncak musim hujan.
“Penambahan dan perbaikan perahu ini penting untuk memastikan relawan bisa bergerak cepat dan aman saat membantu masyarakat,” tegasnya, dikutip pojoksatu.id dari radarbanten.co.id.
Tidak hanya armada, PMI Kota Cilegon juga tengah mengaktifkan Posko Siaga 24 Jam.
Posko ini berfungsi sebagai pusat pemantauan cuaca, koordinasi lintas instansi, serta respon cepat saat keadaan darurat terjadi.
Di tempat inilah seluruh informasi kebencanaan dihimpun dan relawan dimobilisasi.
Dengan kesiapan perahu evakuasi dan posko yang terus aktif, PMI Kota Cilegon menegaskan komitmen penuh untuk mendukung pemerintah daerah dan masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana selama musim penghujan 2025–2026.***


