POJOKSATU.id – Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Cabang XLIX Kodim 0623 Cilegon bersama kader Posyandu menggelar kegiatan sosial di Kecamatan Pulau Merak, Kota Cilegon, Banten, sebagai upaya mendukung program nasional pencegahan stunting.

Kegiatan ini menyasar ibu hamil serta ibu dengan balita melalui penyaluran paket sembako dan makanan bergizi dengan konsep Empat Sehat Lima Sempurna. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan asupan nutrisi sekaligus mencegah risiko gangguan pertumbuhan pada anak.

Ketua Persit KCK Cabang XLIX Kodim 0623 Cilegon, Dewi Imam Buchori, menegaskan bahwa program penanganan stunting menjadi bagian penting dalam visi pembangunan nasional menuju Indonesia Emas.

Baca Juga: Sembako Rp211 Ribu Ditebus Rp30 Ribu, Pertamina Sasar 1.000 Warga Serang

“Program pencegahan stunting yang kini menjadi Asta Cita Presiden Prabowo untuk Indonesia Emas, kami dukung penuh melalui kegiatan penyuluhan dan penyaluran bantuan di Posyandu Kelurahan Mekarsari ini,” ujarnya, Senin, 27 April 2026.

Selain itu, Persit juga memberikan edukasi terkait pentingnya program Keluarga Berencana (KB), khususnya bagi ibu muda, guna menjaga jarak kelahiran dan memastikan kesehatan ibu serta tumbuh kembang anak tetap optimal.

“Tidak hanya soal stunting, kami juga mengajak para ibu untuk memahami Keluarga Berencana, agar jarak kelahiran terjaga dan anak-anak yang lahir nanti benar-benar sehat dan kuat,” tambahnya.

Penyaluran bantuan dilakukan tidak hanya di Posyandu, tetapi juga secara langsung dari rumah ke rumah guna memastikan bantuan tepat sasaran, termasuk kepada lansia dan keluarga dengan balita.

Baca Juga: Stok BBM Cilegon Aman, Pertamina Lakukan Pengiriman Prioritas ke SPBU Serapan Tinggi

Kegiatan ini mendapat respons positif dari masyarakat. Salah satu penerima manfaat, Dwi, menyampaikan apresiasinya atas perhatian yang diberikan.

“Bantuan yang diberikan sangat membantu kami sekeluarga, terima kasih kepada Ibu-ibu Persit yang sudah peduli dengan kesehatan kami,” ungkapnya.

Melalui kolaborasi antara bantuan pangan, edukasi kesehatan, dan program KB, diharapkan angka stunting dapat ditekan serta mendukung terwujudnya generasi yang sehat dan berkualitas di masa depan.***