POJOKSATU.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mulai bergerak cepat menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Salah satu langkah utama yang kini dilakukan adalah pemetaan lokasi dapur penyedia pangan bergizi yang nantinya menjadi dasar pengawasan.

Langkah ini dianggap krusial agar distribusi pangan sehat bisa lebih terkontrol, terukur, dan tepat sasaran.

Baca Juga: Jabar Perketat Pengawasan Program MBG Lewat Satgas dan Sistem Aduan

Dengan pemetaan yang jelas, Pemprov dapat memantau kualitas bahan, higienitas dapur, serta kesiapan tenaga pengelola di lapangan.

“Kita tidak ingin program besar ini hanya jadi slogan.

Pemetaan dapur adalah pondasi agar setiap penerima manfaat benar-benar mendapatkan makanan sehat dan bergizi,” tegas salah satu pejabat Pemprov Banten, Kamis (2/10/2025).

Baca Juga: Pasar Modal dan Dinamika Politik Global: Risiko, Peluang, dan Strategi

Pemetaan ini melibatkan dinas terkait, pemerintah kabupaten/kota, serta unsur masyarakat.

Setiap dapur yang terdaftar akan dicek standar kebersihan, kapasitas produksi, hingga rantai distribusi ke sekolah dan penerima manfaat lain.

Program MBG sendiri ditargetkan sudah bisa dinikmati 70 persen masyarakat Banten pada Oktober 2025.

Baca Juga: CEK SEGERA! Daftar 11 Daerah yang Sudah Lakukan Pencairan TPG Triwulan III Tahun 2025 di Awal Oktober!

Selain meningkatkan gizi anak sekolah, program ini diharapkan mampu mendorong perputaran ekonomi lokal melalui serapan hasil pertanian dan UMKM.

“Kalau dapur terpetakan, pengawasan lebih mudah, distribusi lebih lancar, dan masyarakat lebih tenang. Ini bukan sekadar soal makan, tapi juga masa depan anak-anak kita,” lanjutnya.

Dengan langkah ini, Pemprov Banten ingin memastikan bahwa program unggulan yang dicanangkan pemerintah pusat benar-benar berjalan efektif di daerah.***