POJOKSATU.id - Pemerintah Provinsi Banten tancap gas memperluas perlindungan bagi seluruh pekerja dengan menggelar Penganugerahan Paritrana Award 2025 bersama BPJS Ketenagakerjaan.
Acara yang berlangsung di Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, Kamis (27/11/2025).
Menjadi ajang penting untuk mengukur komitmen daerah dalam memperkuat jaminan sosial bagi pekerja formal hingga pekerja rentan.
Gubernur Banten Andra Soni menegaskan perlunya kerja bersama semua pihak untuk mendongkrak jumlah peserta BPJS Ketenagakerjaan.
Dari total 5,92 juta pekerja di Banten, baru 2,73 juta atau 46,03 persen yang telah terlindungi.
“Kita gas terus! Target terdekat harus tembus 50 persen. Ini bagian dari roadmap kita menuju 65 persen pada tahun 2030,” ujar Andra Soni, dikutip pojoksatu.id dari bantenprov.go.id.
Menurutnya, pesatnya pertumbuhan industri dan UMKM di Banten tak boleh hanya terlihat dari geliat ekonomi, tetapi juga harus dibarengi dengan perlindungan memadai bagi setiap pekerja.
Baik pekerja formal, informal, hingga pekerja yang masuk kategori rentan.
Sebagai bukti keseriusan, Pemprov Banten kini tengah menyiapkan Raperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan yang akan menjadi payung hukum perlindungan yang lebih inklusif.
Baca Juga: Bocah 10 Tahun di Samarinda Diduga Jadi Korban Kekerasan, Kakinya Patah Usai Dibanting Teman
Regulasi ini ditujukan agar pekerja kecil seperti nelayan, pedagang, petani, ojek daring, hingga pekerja harian tidak lagi terabaikan.
Pemprov bahkan sudah memberi subsidi iuran bagi 3.600 nelayan dan 946 pengemudi ojek daring. Pemerintah kabupaten/kota diminta meniru langkah tersebut agar cakupan perlindungan semakin luas.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Banten, Eko Yuyulianda, menjelaskan bahwa Paritrana Award sudah digelar sejak 2017 sebagai bentuk apresiasi negara kepada daerah, perusahaan, dan pelaku usaha yang serius melindungi pekerjanya.
“Ini bukan lomba biasa. Ini penghargaan bagi mereka yang berkontribusi mencegah kemiskinan baru dan menjaga keberlangsungan hidup pekerja,” tegas Eko.
Proses penilaian dilakukan ketat, mulai dari verifikasi 23 nomine hingga wawancara pada Agustus 2025.
Para pemenang tingkat provinsi akan dikirim untuk bersaing di tingkat nasional awal Desember mendatang.
Bupati Tangerang Mochamad Maesyal Rasyid turut memamerkan perkembangan di wilayahnya.
Ia menyebut bahwa fokus perlindungan tetap diarahkan kepada pekerja informal yang lebih rentan terhadap risiko sosial ekonomi.
“Kepesertaan naik dari 2,6 juta jadi 2,8 juta. Tambah 200 ribu pekerja yang terlindungi. Ini pencapaian luar biasa,” ungkapnya.
Penilaian Paritrana Award juga mencermati peran pemerintah daerah, perusahaan besar-menengah-kecil, desa dan kelurahan, hingga program TJSL perusahaan.
Termasuk inisiatif “Sertakan” dari BPJS Ketenagakerjaan.
Baca Juga: Bocah 10 Tahun di Samarinda Diduga Jadi Korban Kekerasan, Kakinya Patah Usai Dibanting Teman
Melalui ajang penghargaan ini, Pemprov Banten berharap mampu mendorong terwujudnya perlindungan ketenagakerjaan yang merata dan berkeadilan bagi seluruh pekerja.
Targetnya jelas: universal coverage bagi semua.
Banten bukan hanya mengejar angka, tetapi memastikan setiap pekerja baik yang berseragam rapi maupun yang berjuang di jalanan mendapat hak perlindungan yang layak.***


