POJOKSATU.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten terus menunjukkan komitmennya dalam membangun ekosistem usaha yang bersih dan berintegritas.
Melalui Inspektorat dan Forum Penyuluh Antikorupsi (FORPAK), Pemprov Banten menggencarkan kampanye antikorupsi di kalangan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Langkah nyata itu diwujudkan lewat kegiatan bertajuk “Implementasi Strategi Bersaing UMKM Melalui Budaya Antikorupsi” yang digelar di Aula Lantai 3 Inspektorat Provinsi Banten, Kamis (16/10/2025).
Baca Juga: IPRC Dorong Pemkot Bandung Ambil Peran Aktif Selesaikan Polemik Bandung Zoo
Kegiatan ini diikuti oleh pelaku UMKM, penyuluh antikorupsi, serta perwakilan dari berbagai instansi pemerintahan di lingkungan Pemprov Banten.
Sekretaris Inspektorat sekaligus Ketua FORPAK Provinsi Banten, Ratu Syafitri Muhayati, menegaskan.
Pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun dunia usaha yang berintegritas dan bebas praktik curang.
Baca Juga: Kuliah Gratis di Eropa Tanpa IELTS, Beasiswa Pemerintah Rumania 2025-2026 Buka Kesempatan Besar
“Kolaborasi ini membuktikan bahwa semangat antikorupsi bisa dimulai dari dunia usaha. Integritas adalah fondasi bagi UMKM untuk tumbuh berkelanjutan,” ujarnya, Kamis (16/10/2025).
Ratu Syafitri juga memberikan apresiasi kepada Dinas Koperasi dan UKM Banten atas kerja sama yang erat dalam mendukung pelaku usaha lokal agar mampu bersaing secara sehat.
Ia menegaskan, pelaku usaha yang menjunjung tinggi kejujuran dan tanggung jawab akan lebih mudah mendapatkan kepercayaan dari masyarakat dan lembaga keuangan.
Baca Juga: Catur dan Pemerintahan Sama-Sama Butuh Strategi, Kata Wagub Dimyati Saat Tutup Turnamen
“Integritas adalah modal utama. Dengan kejujuran, pelaku UMKM bisa bertumbuh tanpa kehilangan kepercayaan publik,” tambahnya.
Pemprov Banten berkomitmen menanamkan nilai-nilai integritas di seluruh lini masyarakat.
Budaya antikorupsi diyakini menjadi pondasi dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih sekaligus memperkuat daya saing ekonomi daerah.
“Kami ingin menanamkan pesan bahwa kesuksesan usaha dimulai dari kejujuran. Integritas bukan cuma nilai moral, tapi juga strategi bisnis,” tegas Syafitri.
Dalam kegiatan tersebut, pegiat antikorupsi Nenong Fauziah Dasuki turut menekankan pentingnya pembekalan nilai-nilai antikorupsi sejak dini bagi pelaku UMKM.
Menurutnya, integritas bukan sekadar menghindari penyimpangan, tapi juga membentuk karakter wirausaha yang jujur dan profesional.
Sementara itu, akademisi dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Liza Mumtazah Damarwulan, menyoroti bahwa prinsip antikorupsi justru bisa menjadi strategi bisnis yang efektif.
“UMKM yang transparan dan akuntabel akan lebih dipercaya pasar. Kepercayaan itu adalah kekuatan dalam persaingan,” jelas Liza.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian HUT ke-25 Provinsi Banten serta Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2025 yang diselenggarakan FORPAK bersama Inspektorat Banten.
Sejak September hingga Oktober 2025, FORPAK telah menyelenggarakan beragam kegiatan di delapan kabupaten/kota, mulai dari pelatihan budaya antikorupsi di pesantren, sekolah, hingga pelaku usaha.
Ribuan peserta dari kalangan santri, pelajar, dan pelaku UMKM telah berpartisipasi aktif dalam gerakan ini.
Baca Juga: Akhirnya iPhone 17 Resmi Dirilis di Indonesia, Berikut Spesifikasinya
Semangatnya satu: membangun Banten yang bersih, berintegritas, dan berdaya saing tinggi.***


