POJOKSATU.id, Pandeglang – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pandeglang merilis data terbaru inflasi untuk April 2025.

Hasilnya, Pandeglang mencatat inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) sebesar 1,50 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 108,60.

Angka ini menjadikan Pandeglang sebagai daerah dengan inflasi terendah di Provinsi Banten.

Sebagai perbandingan, inflasi tertinggi di Banten terjadi di Kabupaten Lebak, yang mencapai 1,85 persen dengan IHK sebesar 108,44.

“Inflasi bulanan (month-to-month/m-to-m) di Pandeglang pada April 2025 tercatat sebesar 1,34 persen, dan secara tahun kalender (year-to-date) mencapai 2,16 persen,” ujar Kepala BPS Pandeglang, Achmad Widijanto, dalam keterangan resminya melalui kanal YouTube @bps\_pandeglang, Senin (5/5/2025).

Widijanto menjelaskan bahwa inflasi tahunan dipicu oleh kenaikan harga pada sejumlah kelompok pengeluaran, antara lain:

• Makanan, minuman, dan tembakau: naik 1,27%

• Pakaian dan alas kaki: naik 0,69%

• Peralatan rumah tangga: naik 1,51%

• Kesehatan: naik signifikan 7,35%

• Transportasi: naik 0,14%

• Rekreasi dan budaya: naik 0,78%

• Pendidikan: naik 1,34%

• Makanan dan minuman/restoran: naik 2,85%

• Perawatan pribadi dan jasa lainnya: naik 6,26%

Sementara itu, ada dua kelompok pengeluaran yang justru mengalami penurunan harga, yaitu kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga turun 0,48 persen, serta kelompok informasi dan komunikasi yang turun 0,47 persen.

Adapun komoditas utama yang menyumbang inflasi tahunannya mencakup kopi bubuk, minyak goreng, emas perhiasan, cabai rawit, jeruk, bawang merah, tarif bidan, sigaret kretek mesin (SKM), makanan ringan/snack, dan pindang.

Dengan inflasi yang masih terkendali, BPS menyebutkan bahwa kondisi ini menunjukkan stabilitas harga yang relatif baik di tengah dinamika ekonomi nasional.***