POJOKSATU.ID - Gubernur Banten Andra Soni mengambil keputusan yang dianggap kontroversial usai menonaktifkan sementara kepala sekolah SMAN 1 Cimarga.

Keputusan Andra Soni diambil usai kasus dugaan tamparan kepsek SMAN 1 Cimarga, Dini Fitria pada muridnya yang ketahuan sebat di lingkungan sekolah.

Akan tetapi, keputusan Andra Soni membuat sejumlah netizen menggeruduk akun media sosial pribadinya.

Baca Juga: HRD Disebut Siap Blacklist Lulusan SMAN 1 Cimarga Gara-Gara Bela Siswa Perokok

"Akan segera dinonaktifkan," ucap Andra Soni saat ditemui di Pendopo Gubernur Banten, 14 Oktober 2025.

Menurut netizen, sikap kepsek SMAN 1 Cimarga merupakan tindakan tegas pada murid yang melanggar aturan sekolah.

Dari berbagai komentar di unggahannya, sejumlah netizen tampak menyinggung latar belakangnya di dunia politik serta serta harta kekayaannya.

Baca Juga: MyBluebird Pilihan Favorit Warga Medan untuk Mobilitas Cepat dan Transparan, Penggunaan Fitur Naik 82 Persen dari Tahun Lalu

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara, harta milik politisi Gerindra ini sebesar Rp3,3 miliar.

Bergabung dengan Gerindra pada tahun 2013, ia berhasil mendapatkan satu kursi di DPRD Provinsi Banten pada 2014.

Di awal dirinya terjun ke dunia politik, pria kelahiran Payakumbuh, Sumatera Barat ini tercatat memiliki harta sebesar Rp606 juta.

Baca Juga: Tenaga Medis dan Paramedis Dapat 5 SKP, Webinar Strategi Penanganan Kritis dan Perawatan Lanjut Pasien Tumor Otak,

Duduk di kursi DPRD Provinsi Banten selama 10 tahun, kekayaannya terus meningkat hingga terakhir tercatat naik 5 kali lipat.

Andra Soni punya 6 aset properti yang berada di Tangerang dan Serang, dengan total semuanya mencapai Rp2,9 miliar.

Koleksi kendaraannya yang didaftarkan dalam LHKPN hanya ada 2 unit mobil, Brio dan GWM 500 HEV dengan total Rp805 juta.

Baca Juga: KDM: Desa Penghasil Pajak Harus Diprioritaskan

Kemudian ia juga memiliki kas dan setara kas senilai Rp20 juta dan tercatat ada utang sebesar Rp424 juta.

Sementara itu, kasus di SMAN 1 Cimarga telah menarik perhatian publik terhadap segala keputusan pihak-pihak terkait.

Sebagian netizen menilai keputusan Andra Soni hanya melihat dari sisi murid yang ditampar, tapi lupa akan penyebab tamparan itu.

Baca Juga: nilah 5 Rekomendasi Tempat Makan Sate Padang di Tangsel dan Sekitarnya

Menurut netizen seorang siswa seharusnya mengikuti aturan sekolah, jika melanggar harus siap dengan konsekuensinya.

Jika pelanggaran itu dianggap hal kecil, netizen khawatir sejumlah siswa lainnya tak akan lagi menghormati lembaga sekolah sebagai tempat mencari ilmu.

Di sisi lain, Sekda Banten Deden Apriandhi mengatakan kepsek yang dinonaktifkan sementara untuk menstabilkan kondisi di sekolah.

Baca Juga: Pemkot Bandung Bentuk Satgas MBG dengan Menggandeng Ahli Gizi Hingga SPPG

Pasalnya, semua siswa di SMAN 1 Cimarga mogok belajar dan menginginkan kepala sekolahnya dilengserkan.

"Sambil melakukan pendalaman, kita akan menonaktifkan sementara dulu," kata Deden.

Sebelumnya, kasus ini viral lantaran ada seorang orang tua murid melaporkan ke jalur hukum terkait kepsek SMAN 1 Cimarga menampar putranya.

Baca Juga: PPG Calon Guru Tahun 2025 Gratis atau Bayar? Info Resmi dari Kemendikdasmen Begini!

Tamparan tersebut bukan tanpa alasan, murid tersebut tertangkap basah sebat di sekolah di saat siswa lain sedang melakukan Jumat bersih.***