POJOKSATU.id - Makam Sultan Maulana Hasanuddin menjadi salah satu destinasi sejarah dan religi yang paling banyak dikunjungi di Kota Serang.
Berada di kawasan Banten Lama, makam ini menyimpan kisah panjang kejayaan Kesultanan Banten yang berdiri pada abad ke-16.
Sultan Maulana Hasanuddin sendiri merupakan putra Sunan Gunung Jati dari Cirebon.
Baca Juga: Sekretariat DPRD Kembali Raih Penghargaan JDIH dari Kemenkumham
Ia dikenal sebagai pendiri sekaligus Sultan pertama Banten yang berkuasa pada tahun 1552 hingga 1570.
Di bawah kepemimpinannya, Banten tumbuh menjadi pusat perdagangan, politik, sekaligus penyebaran Islam di Nusantara.
Makam yang terletak tak jauh dari Masjid Agung Banten ini selalu ramai oleh peziarah.
Baca Juga: Benarkah Rapel Pensiun Akan Cair Minggu Kedua Oktober 2025?
Mereka datang dari berbagai daerah untuk berdoa sekaligus menyaksikan bukti sejarah peradaban Islam di tanah Banten.
Kompleks pemakaman ini juga menjadi bagian dari situs bersejarah Banten Lama yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya.
Bukan hanya nilai religius, keberadaan makam Sultan Maulana Hasanuddin juga menjadi daya tarik wisata.
Pemerintah Provinsi Banten bersama masyarakat setempat terus berupaya menjaga kelestarian situs ini, agar tetap bisa dinikmati generasi mendatang.
Sejumlah pengunjung mengaku selalu merasa kagum saat berkunjung.
Selain suasananya yang kental dengan nuansa spiritual, makam ini juga menghadirkan saksi bisu sejarah kejayaan Banten yang pernah menjadi salah satu kerajaan maritim terbesar di Nusantara.
Bagi masyarakat Banten, Sultan Maulana Hasanuddin bukan hanya seorang raja, tetapi juga tokoh ulama yang berjasa menyebarkan Islam dan memperkuat identitas budaya daerah.
Tak heran jika makamnya selalu dihormati dan dijaga dengan baik hingga hari ini.
Baca Juga: Mau Kerja Gaji Besar? Inilah Daftar Profesi Menjanjikan Tanpa Ijazah Sarjana
Dengan perpaduan sejarah, religi, dan budaya, Makam Sultan Maulana Hasanuddin terus menjadi magnet wisata sekaligus pengingat bahwa kejayaan masa lalu harus tetap dirawat sebagai warisan bangsa.***


