POJOKSATU.id, Serang - Lantaran ingin merayakan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke 78, Kelurahan Pipitan Kecamatan Walantaka Kota Serang, Banten, telah menyebarkan proposal bantuan dana hingga ke warung kelontong, dan pedagang kecil lainnya.

Hasil penelusuran lapangan, Proposal Bantuan Dana tersebut ditandatangani pula oleh Lurah Pipitan Ninis, yang kemudian disebar oleh para kader di Kelurahan.

Lurah Pipitan Ninis mengatakan, pihaknya berencana akan melaksanakan berbagai kegiatan perlombaan bagi masyarakat untuk memeriahkan peringatan HUT RI ke 78 pada Minggu (20/8/2023).

Baca Juga: Pembina Pramuka di Lapas Kelas II A Bancuey Bandung adalah Narapidana, Bukan Kaleng-kaleng

Ia mengakui jika pihaknya telah menyebarkan proposal permohonan bantuan dana kepada pemilik usaha seperti warung kelontong dan lainnya melalui para Kader.

"Iya benar. Yang di warung - warung kecil kemaren cuma dapat Rp220.000, kader yang muter," jelasnya ketika dikonfirmasi di kantor Kelurahan Pipitan, Senin (14/8/2023).

Dari perputaran proposal tersebut, Ninis mengaku pihaknya tidak mematok dan hanya meminta alakadarnya sesuai keikhlasan masing-masing, sehingga nominalnya beragam.

"Bahkan, belakangan diketahui ada yang memberi hanya senilai dua ribu rupiah," ujarnya.

Baca Juga: Halte TransJakarta Kebakaran, Penumpang Panik Berhamburan

Meski begitu, lanjut Ninis. Ia tidak mempermasalahkan hal itu, karena ada sejumlah donatur yang turut memberi agar kegiatan berjalan dengan baik.

Bahkan dirinya pun memberikan bantuan senilai Rp5, juta, serta merelakan salah satu sepeda bekas yang sudah tidak terpakai untuk dijadikan hadiah dalam acara tersebut.

"Uangnya bukan buat ibu atau pegawai Kelurahan, tapi untuk acara 17-an. Yang mengambilnya juga bukan pihak kita tapi kader, karena mereka ingin membatu pihak kelurahan," ungkapnya.

Baca Juga: 20 Contoh Soal Bahasa Indonesia Kelas 10 SMA, TA 2023/2024 yang Bisa Kamu Gunakan Untuk Menghadapi Ujian!

Ia mengaku jika proposal bantuan dana tersebut terlalu beresiko dan akan menjadi masalah dikemudian hari.

"Lurah Ninis juga paham akan beresiko terkait kegiatan yang sedang ia jalankan. Akan tetapi jika tidak ada yang gerak maka tidak akan jalan acaranya," ucapnya.

Reporter: Dinar