POJOKSATU.id - Peringatan Hari Ulang Tahun ke-25 Provinsi Banten tahun ini menghadirkan nuansa berbeda.
Pemerintah Provinsi Banten resmi memperkenalkan logo bertajuk “Lenggang Cisadane” sebagai simbol utama perayaan, yang menggambarkan harmoni budaya dan semangat kolaborasi.
Logo ini mencerminkan tarian Lenggang Cisadane, sebuah ikon budaya yang lahir dari semangat kebersamaan masyarakat Banten.
Baca Juga: Alhamdulillah, Cair Juga Saat TPG TW3 Masuk Rekening
Tarian tersebut dikenal menampilkan gerakan lembut dan energik, melambangkan keramahan serta optimisme menyambut masa depan.
Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, pemilihan Lenggang Cisadane bukan sekadar estetika visual.
Logo itu memiliki makna mendalam tentang jati diri Banten yang kaya akan nilai toleransi dan kolaborasi antarbudaya.
“Banten dibangun dari semangat keberagaman,” ujar Andra Soni dalam sambutannya di Serang, Jumat (4/10/2025).
“Lenggang Cisadane mencerminkan bagaimana harmoni budaya menjadi fondasi untuk Banten yang maju, adil, dan merata.”
Warna-warna dalam logo juga memiliki filosofi tersendiri.
Warna biru menggambarkan keindahan sungai Cisadane yang menjadi urat nadi masyarakat, sedangkan kuning keemasan melambangkan kejayaan Kesultanan Banten.
Selain itu, warna merah dan hijau menandakan semangat juang dan keseimbangan alam.
Setiap elemen warna saling melengkapi, menciptakan visual yang indah sekaligus sarat makna.
Selain menjadi identitas visual, logo ini turut memperkuat branding pariwisata Banten yang tengah digencarkan pemerintah daerah.
Sejumlah acara kebudayaan akan mengusung tema serupa untuk menarik minat wisatawan.
Baca Juga: Kabar Baik Guru Indonesia, TPG TW3 2025 Sudah Cair Lebih Cepat dari Tahun Lalu
Beberapa kegiatan yang sudah dijadwalkan antara lain Festival Jajanan Banten, Pawai Budaya Lenggang Cisadane, dan Banten Expo 2025.
Acara-acara ini diharapkan menjadi wadah promosi wisata dan ekonomi kreatif masyarakat lokal.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten, Rahmawati Sudirman, menjelaskan bahwa Lenggang Cisadane diharapkan menjadi jembatan promosi pariwisata budaya yang lebih luas.
Baca Juga: Sosok Wakil Ketua DPRD Pasangkayu yang Gagap Baca UUD 45, Lulusan SMA Berlatar Belakang Nelayan
Menurutnya, budaya adalah daya tarik utama yang bisa memperkuat citra positif Banten.
“Kami ingin masyarakat melihat Banten bukan hanya dari sisi sejarahnya,” katanya.
“Tapi juga dari kekayaan budayanya yang terus berkembang.”
Baca Juga: Profil Cantika Davinca, Penyanyi Dangdut Terlibat Kecelakaan Maut Tewaskan Pelajar di Magetan
Banten dikenal sebagai wilayah dengan beragam etnis dan tradisi. Pengaruh Sunda, Betawi, Melayu, hingga Tionghoa berpadu menciptakan kekayaan budaya yang khas dan unik.
Tarian Lenggang Cisadane menjadi representasi nyata dari perpaduan nilai-nilai tersebut.
Dalam bentuk logo, keindahan tarian itu diterjemahkan menjadi simbol visual yang penuh arti dan membanggakan.
Para seniman dan budayawan lokal menyambut baik langkah Pemprov Banten memperkenalkan simbol ini.
Mereka menilai kehadiran logo tersebut bukan hanya mempercantik acara, tetapi juga memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian budaya daerah.
“Banten punya sejarah panjang dan warna budaya yang kaya,” ujar Rudi Santosa, seniman asal Kota Tangerang.
Baca Juga: Peluang Besar Masuk PTN, Pilih 13 Jurusan UPI Bandung di SNBP 2026, Siapkan dari Sekarang!
“Logo Lenggang Cisadane ini tepat sekali untuk menggambarkan semangat kolaborasi antarbudaya.”
Sementara itu, di media sosial, masyarakat Banten ikut meramaikan kampanye HUT dengan penuh antusias.
Tagar #Banten25TahunLenggangCisadane ramai digunakan untuk menunjukkan kebanggaan terhadap identitas daerah.
Baca Juga: Preview PSMS vs Sriwijaya FC : Tuan Rumah Siap Amankan Tren Positif Tiga Poin di Laga Derby Sumatera
Banyak warganet mengunggah foto dan video bertema budaya lokal.
Unggahan tersebut memperlihatkan semangat masyarakat Banten dalam menjaga warisan budaya yang mereka miliki.
Pemerintah Provinsi juga berencana menjadikan Lenggang Cisadane sebagai identitas visual permanen di berbagai kegiatan daerah.
Simbol ini akan digunakan dalam promosi wisata, produk ekonomi kreatif, hingga pendidikan budaya di sekolah.
“Kita ingin anak muda Banten tumbuh mengenal dan mencintai budayanya,” tutur Andra Soni. “
Lenggang Cisadane adalah simbol semangat mereka yang dinamis, terbuka, dan berakar pada nilai luhur daerah.”
Dengan semangat seperempat abad, logo “Lenggang Cisadane” bukan sekadar gambar semata.
Ia menjadi cerminan perjalanan panjang Banten dari masa kejayaan hingga menuju masa depan yang lebih harmonis dan berbudaya.***


