POJOKSATU.id - Gubernur Andra Soni menegaskan bahwa kemajuan suatu daerah sangat bergantung pada kerukunan masyarakatnya.
Menurutnya, sejak masa Kesultanan Banten, Provinsi Banten dikenal sebagai daerah yang terbuka dan menjunjung tinggi nilai keberagaman.
“Simbol dan situs sejarah membuktikan bahwa keberagaman telah hadir berabad-abad di Banten,” ujar Andra Soni, Senin malam (27/10/2025).
Baca Juga: 136 Atlet Karate Banten Dilepas Gubernur Banten untuk Kejurnas BKC 2025, Target Juara Umum
Dalam acara peringatan Sumpah Pemuda ke-97 sekaligus pengukuhan kader kerukunan umat beragama oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Serang.
Yang digelar di Sekretariat FKUB Kota Serang hari Senin malam, Gubernur menyoroti betapa kerukunan yang terjaga selama ini memberi dampak riil terhadap pembangunan daerah.
Pihak Pemprov Banten mencatat bahwa investasi pada semester pertama 2025 telah melampaui angka Rp 60 triliun.
Baca Juga: DPRD Kota Bandung Ingatkan Pemkot: Raperda Tanpa Anggaran Hanya Jadi Dokumen Kosong
Sementara pertumbuhan ekonomi di triwulan kedua mencapai 5,33 persen, berada di atas rata-rata nasional.
Inflasi juga dikatakan terkendali, menjaga daya beli masyarakat tetap stabil.
Andra Soni menambahkan bahwa keberhasilan ini tak terlepas dari keberagaman yang tumbuh sebagai kekuatan kolektif.
Baca Juga: Andra Soni Terima Kunjungan Dansat Brimob, Sepakat Perkuat Sinergi Keamanan Daerah
Program-program pemerintah pusat seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) telah dirasakan lebih dari satu juta pelajar di Banten.
Ditambah program Sekolah Gratis untuk siswa SMA, SMK dan SKH swasta yang dinikmati lebih dari 65 ribu pelajar.
Semua itu, menurutnya, terjadi karena keberagaman dan toleransi di masyarakat Banten tumbuh secara pesat.
Dalam sambutannya, Gubernur juga memberikan apresiasi kepada FKUB Kota Serang yang telah menginisiasi pengkaderan kerukunan lintas agama.
Baca Juga: DPD Asal Aceh Sebut Oknum Satpol PP Langgar Nilai ASN Tinggalkan Melda Safitri dan 2 Anak Kecil
Ia menegaskan bahwa kader-kader FKUB memiliki peran strategis dalam menghadapi tantangan era digital yang rentan terhadap penyebaran hoaks dan provokasi.
“Pendidikan toleransi harus terus disosialisasikan untuk mengantisipasi hal-hal yang berpotensi mengganggu persatuan,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua FKUB Kota Serang, KH Matin Syarkowi, menyatakan bahwa sejarah telah mengajarkan pentingnya bahwa kelompok mayoritas melindungi kelompok minoritas.
Baca Juga: Hak Jawab Thalita Kusuma Sandra Buntut Tuduhan Ani-Ani Hingga Hidup Hedon Pakai Uang KIPK
Sebagai mitra pemerintah, FKUB memiliki kewajiban memastikan amanat konstitusi tentang kebebasan beragama terlaksana secara nyata.
“Perbedaan agama adalah keniscayaan dan merupakan anugerah Tuhan. Tugas kita menjadikannya sebagai kekuatan untuk membangun masyarakat yang lebih maju,” ujarnya.
Prosesi pengukuhan kader kerukunan umat beragama angkatan pertama ini dilakukan oleh Subagyo selaku Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekretariat Daerah Kota Serang.
Baca Juga: Viral Pria Diduga Pengurus Ponpes Tebar Pembalut ke Santriwati, Sebut Hal Tidak Senonoh
Dihadiri pula oleh Ketua DPRD Provinsi Banten, Fahmi Hakim serta perwakilan lintas agama.
Gubernur menegaskan bahwa penguatan peran FKUB di tengah masyarakat akan semakin memperkokoh persatuan serta mempercepat terwujudnya Banten yang maju, adil, merata dan bebas dari konflik sosial.
Dengan menempatkan kerukunan sebagai fondasi utama pembangunan, Pemprov Banten memberikan contoh bagaimana keberagaman bukan sekadar toleransi pasif, tetapi menjadi kekuatan aktif untuk kemajuan daerah.***


