POJOKSATU.id - Pernyataan tegas Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah yang memerintahkan agar Kepala SMAN 1 Cimarga segera dinonaktifkan dan diganti PLT, rupanya menuai reaksi keras dari warganet.

Dalam video wawancara  yang viral di TikTok pada Selasa (14/10/2025), Dimyati dengan tegas menyebut bahwa kepala sekolah tetap salah meski siswanya terbukti merokok.

Namun, pernyataan itu justru memicu pro-kontra tajam di kalangan masyarakat dunia maya.

Baca Juga: Sangtiwoel, Inovasi Tiwul Pisang Berbasis Lokal dari Universitas Negeri Malang, Sukses Bangkitkan Ekonomi Desa

Banyak netizen menilai Wagub terlalu terburu-buru menyalahkan kepala sekolah tanpa melihat situasi sebenarnya.

"Waduuh kenapa begitu Pak. Ya tambah berani lh siswa2 nya sama guru. Mau jd apa dunia pendidikan nanti" Tulis salahsatu akun di kolom komentar, (14/10/2025)

Komentar senada datang dari akun lain yang menilai tindakan Wagub justru bisa melemahkan wibawa tenaga pendidik.

Baca Juga: Bikin Bangga, Dosen UMY Tembus Top 2 Persen Ilmuwan Dunia versi Stanford University dan Elsevier Berkat Riset Farmasi dan AI

"seorang gubernur begini cara pikirnya. Waduhh gimana nasib para guru se Indonesia jdi takut sama siswa waktu mendidiknya"

Kometar ini muncul setelah wagub banten Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah menyatakan.

"Jika kepala sekolah tidak bisa membuat suasana nyaman, tentram, damai, berarti kepala sekolahnya ga bener" Pada suatu wawancara, (14/10/2025).

Baca Juga: Insentif Guru Penanggung Jawab Program MBG Masih Tunggu Aturan Resmi, BGN Sudah Keluarkan Surat Edaran, Tapi Abdul Mu’ti Sebut Masih Wacana 

Kontroversi ini membuat nama Dimyati Natakusumah jadi trending di media sosial lokal Banten.

Banyak yang menuntut agar Pemprov Banten menyelidiki motif dan kronologi lengkap peristiwa tersebut sebelum memberi pernyataan.

Menanggapi kritik tersebut, sejumlah pihak dari Dinas Pendidikan menyebut bahwa penonaktifan kepala sekolah bersifat sementara dan masih dalam proses investigasi.

Tujuannya agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan tanpa gangguan.

Meski begitu, suhu perdebatan di dunia maya tak kunjung reda.

Baca Juga: Wagub Jabar: Program Makan Bergizi Gratis Jadi Gerakan Bersama Bangun Generasi Sehat dan Cerdas

Publik kini menanti apakah Pemprov Banten akan tetap pada keputusannya atau mempertimbangkan ulang setelah melihat reaksi keras masyarakat.

Kasus SMAN 1 Cimarga kini bukan sekadar persoalan disiplin sekolah, tapi juga ujian bagi pemerintah daerah dalam menegakkan keadilan di dunia pendidikan.***