POJOKSATU.id - Kasus di SMAN 1 Cimarga, Kabupaten Lebak, Banten, terus memanas.

Setelah video aksi siswa mogok sekolah untuk membela rekannya yang ketahuan merokok viral di media sosial, kini warganet bereaksi keras.

Tak hanya netizen, beberapa pengguna X (Twitter) bahkan mengaku HRD mulai mencatat nama sekolah tersebut dan mempertimbangkannya dalam rekrutmen kerja.

Baca Juga: MyBluebird Pilihan Favorit Warga Medan untuk Mobilitas Cepat dan Transparan, Penggunaan Fitur Naik 82 Persen dari Tahun Lalu

Salah satu akun menulis dengan nada tegas:

"Bukan cuma netizen pak, beberapa HRD kenalan juga mulai ‘nyimpen’ jejak digital kasus ini sebagai ‘bahan’ pertimbangan kalau anak ini (dan denger-denger juga satu angkatan di SMA itu) ‘berkunjung’ ke perusahaan mereka,” tulis akun @dwatcherc.

Tak berhenti di situ, akun lain juga menyerukan peringatan untuk dunia pendidikan dan perusahaan.

Baca Juga: Tenaga Medis dan Paramedis Dapat 5 SKP, Webinar Strategi Penanganan Kritis dan Perawatan Lanjut Pasien Tumor Otak,

“Perusahaan ataupun PTN/S mohon waspada terhadap alumni angkatan ini SMA N 1 Cimarga. Jika saya jadi kalian akan saya blacklist mereka semua karena suatu saat bisa saja berita semacam ini menyangkut instansi kalian,” tulis akun @tikusgod43 pada Senin (14/10/2025).

Gelombang komentar itu makin membesar setelah unggahan dari akun @wkurniawan609 yang menulis:

“Perhatian! Untuk para HRD catat nih SMA 1 Cimarga. Mereka pasti akan ada magang sekolah, tolong tolak satu angkatan mereka dari kelas 10 sampai 12. Biar mereka juga terima konsekuensinya.”

Baca Juga: KDM: Desa Penghasil Pajak Harus Diprioritaskan

Unggahan-unggahan itu pun mendapat ribuan tayangan dan dibagikan ke berbagai platform.

Banyak warganet mendukung langkah tegas tersebut dengan alasan moral dan kedisiplinan pelajar harus dijaga sejak dini.

Aksi mogok siswa SMAN 1 Cimarga menuai pro dan kontra setelah beredar video para pelajar yang menolak masuk kelas untuk membela rekan mereka yang tertangkap merokok di lingkungan sekolah.

Alih-alih menunjukkan solidaritas positif, aksi itu justru memantik kemarahan publik.

Beberapa netizen mengaku khawatir kasus ini menjadi “catatan digital buruk” yang akan sulit dihapus, terutama saat para siswa itu mencari kerja atau melanjutkan pendidikan.

Baca Juga: nilah 5 Rekomendasi Tempat Makan Sate Padang di Tangsel dan Sekitarnya

Meski demikian, sejumlah pihak juga menyerukan agar publik tidak menggeneralisasi seluruh siswa SMAN 1 Cimarga.

Namun, desakan untuk memberikan efek jera tetap menguat.***