POJOKSATU.id - Berdiri gagah di Kabupaten Pandeglang, Gunung Karang menjadi simbol kebanggaan masyarakat Banten.
Dengan ketinggian sekitar 1.778 meter di atas permukaan laut, gunung ini bukan hanya destinasi pendakian, tapi juga memiliki nilai spiritual dan sejarah yang kental.
Gunung Karang dikenal sebagai salah satu gunung berapi tertua di Pulau Jawa bagian barat.
Baca Juga: 5 Tempat Hits di Gading Serpong yang Wajib Masuk Daftar Liburan Akhir Pekan
Dalam legenda masyarakat setempat, gunung ini diyakini sebagai tempat bertapa para leluhur dan wali penyebar agama Islam di Banten.
Tak heran, banyak pendaki yang menyebutnya sebagai “gunung keramat” penuh aura mistis.
Selain nilai spiritualnya, jalur pendakian Gunung Karang juga menyuguhkan keindahan alam yang memesona.
Baca Juga: Acara Sepeda Terunik, Ada Camping dan Games Bikin Peserta Ketagihan
Jalur paling populer adalah dari Kampung Pasir Peuteuy.
Selama perjalanan, pendaki akan melewati kebun cengkeh, ladang sayur, hingga hutan tropis dengan udara segar yang menenangkan.
Di puncaknya, terdapat makam Syekh Sunan Gunung Karang, tokoh yang sangat dihormati warga Pandeglang.
Baca Juga: Banten, Negeri Seribu Keajaiban Alam, Dari Gunung Karang hingga Ujung Kulon yang Mendunia
Banyak peziarah datang setiap tahun untuk berdoa dan mencari ketenangan batin.
Tak jauh dari puncak, terdapat kawah kecil yang menjadi bukti aktivitas vulkanik purba yang kini telah lama tertidur.
Pemandangan dari puncak sungguh menakjubkan, lautan awan, siluet Gunung Krakatau di kejauhan, serta hamparan hijau Pandeglang dan Serang yang menyejukkan mata.
Gunung Karang pun jadi destinasi favorit bagi pendaki pemula hingga fotografer alam yang ingin menangkap pesona Banten dari ketinggian.
Bagi masyarakat sekitar, Gunung Karang bukan sekadar gunung.
Baca Juga: Isi Percakapan Rahasia Trump dan Prabowo yang Bocor Usai Pidato di Sharm El Sheikh Mesir
Ia adalah mahkota alam dan spiritual Banten. simbol kesabaran, kekuatan, dan keseimbangan antara manusia dan alam.***


