POJOKSATU.id - Pemerintah Provinsi Banten terus memperluas program pelayanan dasar masyarakat.
Salah satunya dengan meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Rancasumur, Kecamatan Kopo, Kabupaten Serang, Sabtu malam (13/12/2025).
Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, kehadiran SPPG tidak hanya berfokus pada peningkatan asupan gizi anak, tetapi juga dirancang sebagai penggerak ekonomi desa melalui pemberdayaan masyarakat sekitar.
Baca Juga: Guru Peserta PPG Tahun 2025 Harus Tahu! Ini Langkah yang Harus Dilakukan agar NRG Cepat Terbit!
Peresmian fasilitas tersebut bertepatan dengan peringatan Haul ke-30 KH Mas Abunasyar Surya dan Haul ke-14 KH Tubagus Ali Mustaya.
Momentum ini dinilai sarat makna karena menyatukan nilai-nilai sosial keulamaan dengan program pembangunan daerah.
Menurut Andra, program makan bergizi gratis memiliki efek berantai yang luas bagi masyarakat.
Baca Juga: 1.022 Meninggal, 206 Hilang, Majelis Ulama Aceh Desak Prabowo Tetapkan Bencana Nasional di Sumatera
Operasional dapur gizi melibatkan warga lokal, mulai dari tenaga pengelola hingga penyedia bahan pangan.
“Program ini memberi manfaat ganda. Selain meningkatkan kesehatan, SPPG juga membuka lapangan kerja dan memberi peluang bagi petani lokal untuk menjadi pemasok bahan baku,” ujar Andra Soni, dikutip pojoksatu.id dari bantenprov.go.id.
Ia juga menekankan pentingnya pengelolaan SPPG secara berkelanjutan dengan melibatkan peran aktif masyarakat.
Baca Juga: Ada Syarat Terbaru Bagi Kepala Sekolah untuk Bisa Mendapatkan TPG di Tahun 2026, CEK Penjelasannya!
Nilai gotong royong dan kepedulian sosial yang diwariskan para ulama, kata dia, harus diwujudkan dalam program nyata yang menyentuh langsung kebutuhan warga.
“Pelayanan sosial seperti ini adalah bentuk konkret dari semangat kebersamaan yang selama ini diajarkan para ulama,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Desa Rancasumur, Ahmad Wahyudin Nasyar, mengapresiasi hadirnya SPPG di wilayahnya.
Ia memastikan pemerintah desa siap bersinergi agar program tersebut berjalan optimal.
“Warga kami dilibatkan langsung sebagai pengelola dan petugas dapur. Harapannya, SPPG ini mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat pelayanan sosial di desa,” ujarnya.
Baca Juga: Kasus Ujaran Kebencian Resbob Berbuntut Panjang, Kampus Jatuhkan Sanksi Cabut Status Mahasiswanya
Ahmad menegaskan, keberhasilan program SPPG sangat bergantung pada kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga keberlangsungan operasionalnya.***


