POJOKSATU.id - Gubernur Banten Andra Soni menegaskan komitmen kuat Pemerintah Provinsi Banten untuk mengembangkan komoditas kedelai lokal.

Langkah ini dinilai penting sebagai bagian dari strategi memperkuat suplai protein untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan memperkokoh ketahanan pangan daerah.

Menurut Andra, kebutuhan kedelai di Banten hingga kini masih bergantung pada pasokan dari luar daerah.

Baca Juga: Mix and Match Celana Jeans: 5 Gaya Andalan yang Anti Gagal

Padahal, Banten memiliki banyak lahan potensial yang bisa dimanfaatkan untuk pertanian kedelai.

“Dengan memproduksi kedelai sendiri, suplai protein untuk program MBG akan semakin kuat,” ujar Andra Soni usai menerima tim ahli kedelai di ruang kerjanya, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, Senin (10/11/2025).

Gubernur menambahkan, kedelai memiliki banyak produk turunan seperti tahu, tempe, dan susu kedelai yang sangat bergizi dan mudah diolah.

Baca Juga: Riset Konsorsium Unggulan 2026 Dibuka, Dosen Bisa Dapat Bantuan Hingga Rp700 Juta

Produk-produk tersebut dinilai bisa menjadi komponen penting dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis bagi pelajar di seluruh wilayah Banten.

Andra juga menyambut baik rencana kolaborasi dengan tim ahli kedelai untuk mengembangkan pertanian kedelai berbasis teknologi.

Menurutnya, metode tanam dan pemupukan modern akan mempercepat masa panen sekaligus meningkatkan kualitas hasil panen.

Baca Juga: Ribuan Anak SD di Karawang Timur Dapat Perlindungan Lewat Program BIAS

“Dengan pengawasan ketat berbasis teknologi, kualitas kedelainya akan sangat baik,” katanya optimis.

Sementara itu, ahli pertanian sekaligus pengembang varietas kedelai Migo, Ali Zum Mashar, menjelaskan bahwa lahan pertanian di Banten memiliki potensi besar untuk pengembangan kedelai unggul.

Sebagai putra daerah, Ali bertekad menjadikan kedelai Migo sebagai solusi ketahanan pangan di tanah kelahirannya.

“Kedelai varietas Migo ini produktivitasnya tinggi, bahkan melampaui rata-rata produksi di Amerika Serikat,” ungkap Ali.

Baca Juga: Heboh di Tol Jagorawi! Mayat Pria Ditemukan dengan Kaki dan Tangan Terikat Lakban

“Kami sudah uji coba di Cinangka, Serang, dan hasilnya sangat memuaskan. Sudah saatnya dikembangkan lebih luas lagi.”

Kepala Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Banten, Agus Tauchid, turut memastikan bahwa pihaknya bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) akan segera menindaklanjuti arahan gubernur tersebut.

“Ini langkah awal yang baik. Kami akan kembangkan pertanian kedelai dengan bibit unggul dan metode tanam modern agar hasilnya maksimal,” ujarnya.

Baca Juga: Model Bom Pelaku FN di SMAN 72 Jakarta Dibongkar Brimob, Pakai Remote Berbahan Potassium Chloride

Agus juga menyebutkan, dua wilayah yang menjadi prioritas pengembangan adalah Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang.

Kedua wilayah itu akan memanfaatkan lahan milik Perhutani untuk perluasan lahan tanam kedelai.

“Dalam waktu dekat kami akan tinjau lokasi yang potensial untuk segera digarap,” tambahnya.

Baca Juga: Mau Lanjut S2 atau S3? IPB University Buka Pendaftaran Pascasarjana hingga 30 Desember 2025

Melalui program ini, Pemerintah Provinsi Banten berharap dapat mewujudkan kemandirian pangan sekaligus memperkuat ketahanan gizi masyarakat.***